Pemimpin Iran Klaim Kemenangan di Tengah Eskalasi Konflik dan Ancaman Krisis Energi Global

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:25 WIB
Pemimpin Iran Klaim Kemenangan di Tengah Eskalasi Konflik dan Ancaman Krisis Energi Global

PARADAPOS.COM - Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengklaim negaranya telah meraih kemenangan signifikan atas musuh-musuhnya, yakni Amerika Serikat dan Israel, di tengah konflik bersenjata yang telah berlangsung selama empat minggu. Pernyataan tersebut disampaikan melalui pesan tertulis dalam perayaan Tahun Baru Nowruz, Jumat (20/3/2026), di tengah situasi keamanan yang masih mencekam di Teheran dan eskalasi di Yerusalem. Konflik ini telah menimbulkan korban jiwa ribuan orang, gelombang pengungsian, dan mengancam stabilitas pasokan energi global melalui Selat Hormuz.

Pernyataan Kemenangan di Tengah Perayaan

Dalam pesan Nowruz yang dirilis pada Jumat lalu, Khamenei menekankan bahwa kekuatan utama Iran terletak pada persatuan rakyatnya dalam menghadapi tekanan dari luar negeri. Meski perayaan tradisional tetap berlangsung, dengan warga berbelanja pakaian dan hadiah baru, suasana di ibu kota dilaporkan tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Banyak penduduk memilih untuk meninggalkan kota menuju daerah yang dianggap lebih aman, menyusul laporan sejumlah ledakan di wilayah timur dan utara Teheran.

Pemimpin tertinggi itu dengan tegas menyampaikan klaim kemenangan atas pihak lawan. "Rakyat Iran telah memberikan pukulan telak kepada musuh sehingga mereka mulai mengucapkan kata-kata yang kontradiktif dan omong kosong," tulisnya dalam pesan tersebut.

Eskalasi dan Ketegangan di Yerusalem

Sementara itu, ketegangan justru memuncak di Yerusalem. Otoritas Israel menuduh Iran menargetkan kawasan suci kota setelah sebuah ledakan terjadi di Kota Tua. Lokasi ledakan, yang diduga berasal dari puing rudal, berada di area yang sangat sensitif, berdekatan dengan kompleks Masjid Al-Aqsa, Tembok Barat, dan Gereja Makam Suci. Hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah rudal tersebut berhasil ditembak jatuh atau apa target pastinya, menambah nuansa ketidakpastian dalam situasi yang sudah rumit.

Dampak Konflik yang Meluas

Perang yang memasuki fase keempat minggu ini telah menorehkan dampak kemanusiaan yang sangat berat. Data di lapangan menunjukkan korban tewas telah mencapai ribuan jiwa, sementara jutaan warga sipil terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka. Konflik juga menunjukkan tanda-tanda meluas secara geografis. Di Lebanon, misalnya, serangan udara Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari seribu orang, mengindikasikan bahwa api pertikaian semakin sulit dikendalikan.

Dampak strategis lainnya terasa hingga ke pasar energi dunia. Iran disebut-sebut hampir sepenuhnya menutup Selat Hormuz, selat vital yang menjadi jalur transit bagi sekitar 20% pasokan minyak dan gas global. Ditambah dengan serangkaian insiden yang menimpa fasilitas energi di negara-negara Teluk seperti Qatar dan Kuwait, kekhawatiran akan terjadinya krisis pasokan energi jangka panjang semakin nyata. Langkah ini berpotensi menggoyah stabilitas ekonomi global di tengah situasi politik yang sudah panas.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar