Joe Rogan Beri Ruang Teori Konspirasi Kematian Netanyahu di Podcast

- Minggu, 22 Maret 2026 | 09:50 WIB
Joe Rogan Beri Ruang Teori Konspirasi Kematian Netanyahu di Podcast

PARADAPOS.COM - Presenter podcast ternama Joe Rogan memicu kontroversi setelah tampak mempertimbangkan teori konspirasi liar yang menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah meninggal dunia. Komentarnya itu muncul dalam episode terbaru "The Joe Rogan Experience" yang tayang pada 20-21 Maret 2026, di tengah ketegangan geopolitik yang memanas antara Israel dan Iran. Klip tersebut dengan cepat viral, memicu gelombang kritik dan tuduhan penyebaran disinformasi.

Komentar Kontroversial di Tengah Gelombang Hoaks

Dalam episode yang menampilkan komedian Mark Normand itu, Rogan membahas video-video mencurigakan yang beredar luas di platform media sosial. Alih-alih langsung membantahnya, ia justru memberikan ruang bagi narasi yang belum terverifikasi tersebut. Rogan bahkan menyebutkan spekulasi bahwa seorang saudara Netanyahu tewas dalam serangan rudal baru-baru ini, sebuah klaim yang tidak memiliki dasar fakta.

Rogan tampaknya memperlakukan rumor tersebut sebagai sesuatu yang masuk akal daripada langsung menolaknya.

Fakta di Balik Rumor yang Berkembang

Kenyataannya, beberapa hari sebelum komentar Rogan meledak, Netanyahu sendiri telah membantah rumor kematiannya dengan cara yang cukup biasa. Sebuah video terverifikasi menunjukkan sang perdana menteri sedang bersantai memesan kopi di sebuah kafe di Yerusalem, sebuah upaya jelas untuk mengejek narasi yang dipicu oleh media negara Iran dan kemungkinan pemalsuan berbasis AI.

Mengenai klaim tentang saudara Netanyahu, fakta sejarah berbicara lain. Saudara laki-laki Netanyahu yang masih hidup, Iddo, tetap aktif dan sehat. Satu-satunya saudara yang gugur dalam tugas adalah Yonatan “Yoni” Netanyahu, yang tewas selama operasi penyelamatan sandera di Entebbe pada tahun 1976—hampir lima dekade silam. Tidak ada satu pun laporan kredibel dari sumber resmi atau media arus utama yang mengonfirmasi serangan rudal terhadap anggota keluarga Netanyahu belakangan ini.

Lingkaran Disinformasi dan Amplifikasi Media Sosial

Pernyataan Rogan muncul saat rumor online menemukan momentumnya, sering kali berpusat pada klip video Netanyahu yang dituduh sebagai deepfake AI. Pengguna media sosial yang gencar menyebarkan teori konspirasi kerap mengulik detail teknis, seperti cacat grafis atau proporsi tubuh yang dianggap tidak wajar, sebagai “bukti” manipulasi. Dengan mendiskusikan klaim-klaim ini di platformnya yang berjangkauan luas, Rogan—sengaja atau tidak—telah memberikan amplifikasi yang signifikan terhadap narasi yang menyesatkan.

Ini bukan insiden pertama sang podcaster terlibat dalam perdebatan sensitif seputar Israel. Namun, mengingat besarnya audiensnya yang mencapai jutaan pendengar per episode, setiap komentar yang dilontarkan berpotensi melampaui ruang obrolan podcast dan berubah menjadi berita utama global, memperumit lanskap informasi yang sudah ruwet.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar