PARADAPOS.COM - Iran mulai memberlakukan aturan baru pelayaran di Selat Hormuz dengan mewajibkan kapal-kapal asing mengantongi izin resmi dari Persian Gulf Strait Authority (PGSA). Kebijakan ini diumumkan pada Selasa, 5 Mei 2026, melalui laporan Press TV. Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, terutama sejak pecahnya perang Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari lalu. Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia, kini menjadi pusat perhatian baru dalam persaingan akses maritim.
Mekanisme Perizinan Baru
Menurut laporan Press TV, kapal-kapal yang berniat melintasi Selat Hormuz kini akan menerima email dari alamat yang terhubung dengan Persian Gulf Strait Authority (PGSA). Email tersebut berisi instruksi resmi mengenai regulasi transit yang harus dipatuhi.
“Berdasarkan sistem tersebut, kapal-kapal yang bermaksud melewati jalur perairan tersebut akan menerima email dari alamat yang terhubung dengan Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) yang memberitahukan mereka tentang peraturan transit,” ungkap laporan tersebut.
Setelah menerima pemberitahuan, setiap kapal diwajibkan mengikuti seluruh kerangka aturan yang telah ditetapkan sebelum memperoleh izin resmi untuk melintas. Prosedur ini, menurut pengamat maritim, menandai perubahan signifikan dalam tata kelola lalu lintas di salah satu titik tersibuk di dunia.
Latar Belakang Ketegangan
Kebijakan itu muncul ketika Iran memperketat pengawasan atas lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Jalur strategis global ini menjadi lintasan utama sebagian besar pengiriman minyak dunia, sehingga setiap perubahan regulasi berpotensi mempengaruhi pasar energi global.
Iran diketahui mulai memberlakukan kontrol navigasi lebih ketat sejak pecahnya perang Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari lalu. Seiring meningkatnya ketegangan, persaingan kebijakan terkait akses maritim di kawasan itu pun kian memanas. Di lapangan, para kapten kapal niaga melaporkan adanya peningkatan frekuensi komunikasi dengan otoritas Iran sejak awal Maret.
Pengerahan Kekuatan Angkatan Laut
Pernyataan terbaru pejabat Iran menegaskan bahwa kapal-kapal kini wajib mengikuti rute yang telah ditentukan dan memperoleh otorisasi untuk melintas. Sementara itu, Amerika Serikat terus mengerahkan kekuatan angkatan lautnya di kawasan guna mendukung pelayaran komersial. Langkah ini, menurut analis keamanan, menciptakan dinamika baru di perairan yang sudah lama menjadi titik rawan konflik.
Di tengah situasi yang masih berkembang, para pengamat menyarankan perusahaan pelayaran untuk memantau perkembangan regulasi ini secara saksama. Pasalnya, perubahan aturan di Selat Hormuz tidak hanya berdampak pada biaya operasional, tetapi juga pada jadwal pengiriman komoditas energi ke berbagai belahan dunia.
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Balik Jika Israel Terus Bombardir Lebanon, Proses Damai dengan AS Terancam
Trump Kritik Taktik Militer Israel di Lebanon, Sarankan Suriah Tangani Hizbullah
Pemukim Ilegal Israel Berusaha Bakar Masjid di Tepi Barat Saat Jamaah di Dalam
Serangan Israel di Beirut di Tengah Perundingan Damai AS-Iran Picu Kecaman Trump, Kesepakatan Akhirnya Tercapai