Lebih dari 300 Personel AS Alami Cedera, Mayoritas TBI, dalam Operasi Terkait Iran

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:25 WIB
Lebih dari 300 Personel AS Alami Cedera, Mayoritas TBI, dalam Operasi Terkait Iran

PARADAPOS.COM - Lebih dari tiga ratus personel militer Amerika Serikat tercatat mengalami luka-luka dalam berbagai operasi yang melibatkan pasukan Iran selama sebulan terakhir. Data terbaru yang dirilis pejabat AS mengungkapkan, sebagian besar korban menderita cedera otak traumatis, dengan luka-luka terutama disebabkan oleh serangan drone dan gelombang ledakan di medan tempur.

Korban dan Dampak Cedera Otak

Seorang pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa sedikitnya 303 tentara terluka dalam operasi militer yang dikenal sebagai Operasi Epic Fury. Dari angka tersebut, 273 personel dikabarkan telah kembali bertugas, namun sepuluh lainnya masih menangani luka yang serius.

Yang menjadi perhatian utama para ahli medis militer adalah dominannya kasus cedera otak traumatis atau Traumatic Brain Injury (TBI) di antara korban. Cedera jenis ini sering kali tidak terlihat secara kasat mata, tetapi dapat memicu dampak jangka panjang yang serius, seperti gangguan memori, migrain kronis, kelelahan ekstrem, dan berbagai masalah kognitif lainnya.

Pejabat tersebut menjelaskan, mayoritas luka-luka ini disebabkan oleh serangan drone satu arah milik Iran, amunisi peledak, serta dampak gelombang ledakan yang menghantam posisi pasukan.

“Para pejabat menyebutkan, luka-luka tersebut umumnya disebabkan oleh serangan drone satu arah milik Iran, amunisi peledak, serta dampak gelombang ledakan yang mengenai pasukan di lapangan,” jelasnya.

Risiko Jangka Panjang bagi Veteran

Data dari Departemen Urusan Veteran Amerika Serikat memberikan gambaran suram tentang konsekuensi jangka panjang dari cedera semacam ini. Statistik menunjukkan bahwa veteran yang didiagnosis mengalami TBI hampir dua kali lebih berisiko meninggal akibat bunuh diri dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami kondisi tersebut.

Temuan ini menyoroti beban kesehatan mental yang berat yang mungkin dihadapi para prajurit pulang dari medan tempur, jauh setelah konflik fisik berakhir. Isu ini telah lama menjadi perhatian serius di kalangan komunitas veteran dan penyedia layanan kesehatan militer.

Insiden Terbaru di Arab Saudi

Sementara itu, ketegangan di lapangan tampaknya belum mereda. Dalam perkembangan terpisah, sebuah serangan terhadap Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi pada Jumat pagi menyebabkan sedikitnya sepuluh tentara AS terluka.

Dua di antara korban mengalami luka serius. Selain korban jiwa, serangan tersebut juga dilaporkan merusak satu pesawat tanker pengisian bahan bakar. Media The Wall Street Journal disebut-sebut sebagai pihak pertama yang melaporkan insiden ini.

Insiden terbaru ini semakin mengukuhkan pola konflik yang terus berlanjut di kawasan Timur Tengah. Hingga berita ini diturunkan, situasi antara Amerika Serikat dan Iran masih tegang, dengan serangan balasan dan insiden masih terjadi di berbagai titik strategis, mengisyaratkan bahwa jalan menuju de-eskalasi masih panjang.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar