Iran Klaim Hancurkan Kapal AS di Kuwait dan Serang Dubai dengan Drone

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:50 WIB
Iran Klaim Hancurkan Kapal AS di Kuwait dan Serang Dubai dengan Drone

PARADAPOS.COM - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangkaian serangan militer yang menargetkan aset dan personel Amerika Serikat di kawasan Teluk pada Sabtu (28/3). Klaim tersebut menyebutkan enam kapal pendaratan AS dihancurkan di Kuwait dan sejumlah personel tewas dalam serangan drone di Dubai, sebagai bagian dari operasi militer yang mereka namai "True Promise 4". Hingga saat ini, klaim dari Teheran belum dikonfirmasi secara independen dan belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat atau Kuwait.

Klaim Penghancuran Kapal Taktis AS

Melalui pernyataan resmi yang disiarkan kantor berita Tasnim, militer Iran mendetailkan operasi yang dilancarkan di Pelabuhan Al Suwaikh, Kuwait. Serangan diklaim dilakukan menggunakan rudal balistik dan rudal jelajah.

“Dalam operasi ini, yang dilakukan menggunakan rudal balistik dan rudal jelajah Qadr 380, 6 kapal pendaratan utilitas (LCU) Amerika dihantam di pelabuhan Al-Shuwaikh,” demikian bunyi pernyataan IRGC tersebut.

Lebih lanjut, pihak IRGC menyatakan bahwa berdasarkan laporan lapangan, tiga dari kapal-kapal tersebut tenggelam setelah terkena hantaman, sementara sisanya dilaporkan terbakar hebat. Klaim ini, jika terbukti, akan menjadi eskalasi signifikan dalam ketegangan yang sudah lama terjadi antara Iran dan AS di perairan strategis tersebut.

Serangan Drone di Dubai dan Klaim Korban Jiwa

Tidak berhenti di Kuwait, operasi yang sama juga diklaim mencakup serangan di wilayah Uni Emirat Arab. IRGC menyatakan mengerahkan drone bunuh diri untuk menargetkan posisi personel peluncur drone AS di sekitar pantai Dubai.

“Selama operasi ini, selain tenggelamnya kapal-kapal taktis, sejumlah besar teroris Amerika juga tewas,” tambah pernyataan itu, menggunakan terminologi yang kerap dipakai Iran untuk merujuk pada pasukan AS.

Penggunaan istilah tersebut serta besaran korban jiwa yang diklaim belum dapat diverifikasi melalui sumber lain. Analisis konflik di kawasan ini sering kali mencatat perbedaan yang tajam antara klaim yang dilontarkan oleh pihak-pihak yang bertikai dengan fakta di lapangan yang dapat dikonfirmasi.

Eskalasi dari Serangan Sebelumnya

Klaim serangan terbaru ini muncul di tengah rangkaian ketegangan yang belum mereda. Sebelumnya, Iran telah melancarkan serangan rudal yang dikabarkan menghantam Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi. Serangan itu dilaporkan menyebabkan sepuluh tentara Amerika Serikat terluka, dengan dua di antaranya mengalami luka serius.

Sejumlah pesawat pengisi bahan bakar milik AS di pangkalan tersebut juga dikabarkan mengalami kerusakan. Seperti dilaporkan media internasional, serangan sebelumnya itu tidak hanya melibatkan rudal balistik tetapi juga dikombinasikan dengan serangan menggunakan kawanan drone, menunjukkan pola dan kemampuan tempur yang kompleks.

Klaim-klaim yang dilontarkan oleh IRGC ini tentu akan menjadi ujian bagi diplomasi dan sistem keamanan regional. Para pengamat menunggu konfirmasi atau sanggahan resmi dari pihak AS dan pemerintah Kuwait serta UEA, sambil mencermati potensi dampak gelombang baru ini terhadap stabilitas kawasan Teluk yang sudah rapuh.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar