Isu Obama bukan warga asli AS itu sudah beredar sejak 2,5 tahun lalu saat ia maju dalam kampanye pemilihan presiden AS.
Pihak Obama sudah berulang kali membantah isu itu dan memberikan salinan akta kelahiran versi pendek (Certificate of Live Birth), yang biasa digunakan warga AS sebagai bukti sah.
Namun, para pendukung teori konspirasi ini tak mau berhenti.
Belakangan, Trump, yang ingin maju sebagai capres dari Partai Republik pada pilpres tahun depan, menggoreng isu ini.
Ia menuntut Obama menunjukkan akta kelahiran versi panjang, yang selama ini disimpan oleh Departemen Kesehatan di Hawaii.
Langkah Trump itu membuat pusing para petinggi Partai Republik.
Mereka mengeluhkan Trump telah mengalihkan perhatian publik dari isu-isu penting, termasuk dari para bakal calon presiden yang lebih serius.
”Ini tantangan nyata bagi Partai Republik dan sebenarnya bagi semua kandidat presiden dari Republik,” kata Geoff Garin, penyurvei pendapat publik dari Partai Demokrat.
Jika tak ditangani dengan benar, kata Garin, isu ini akan membuat para pemilih independen memandang Partai Republik sebagai partai yang ekstrem dan tidak relevan.
Sumber: Kompas
Artikel Terkait
Latihan Militer Iran di Selat Hormuz: Respons Ancaman AS & Analisis Dampaknya
AS & Israel Waspada Serangan Iran: Analisis Terkini Ketegangan Militer 2024
Discombobulator: Senjata Rahasia AS Lumpuhkan Pertahanan Venezuela, Trump Ungkap Fakta
USS Abraham Lincoln Siap Serang Iran: AS Kerahkan Pesawat Tempur & UEA Tolak Jadi Pangkalan