PARADAPOS.COM -Sebanyak 24 orang tewas dan sekitar 200 lainnya terluka akibat serangan terbaru Israel di Gaza pada Kamis pagi, 12 Juni 2025 waktu setempat.
Rumah Sakit al-Awda di Gaza Tengah mengatakan, tentara Israel kembali menembaki warga yang sedang mencari bantuan di dekat lokasi distribusi bantuan.
"Serangan ini terjadi hanya sehari setelah 57 pencari bantuan lainnya juga dilaporkan tewas," kata Kementerian Kesehatan Gaza, dikutip dari Al Jazeera.
Sementara itu, Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) menyebutkan bahwa lima pekerja kemanusiaan mereka juga tewas setelah sebuah bus mereka diserang. Mereka menuduh Hamas bertanggung jawab atas serangan ini, namun hingga kini Hamas belum memberikan tanggapan.
Secara keseluruhan, lebih dari 120 warga Palestina dilaporkan tewas di seluruh Gaza dalam 24 jam terakhir, termasuk banyak pencari bantuan yang sudah kelaparan. Sejak perang dimulai, jumlah korban tewas kini telah melebihi 55.104 orang.
Lokasi distribusi bantuan ini dioperasikan oleh GHF, organisasi yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan Israel. Namun, sistem distribusi bantuan GHF ini menuai kontroversi karena berada di wilayah yang sangat dikontrol Israel dan sering menjadi target serangan.
Kementerian Luar Negeri Israel menyebut program bantuan GHF sebagai “keberhasilan besar,” meskipun banyak warga sipil tewas dan kondisi kemanusiaan memburuk. Komentar ini menuai kecaman dari komunitas internasional.
Beberapa lokasi bantuan seperti di Rafah dan Koridor Netzarim bahkan dijuluki “rumah jagal manusia” karena lebih dari 220 orang telah terbunuh di sana sejak GHF mulai beroperasi pada 27 Mei.
Para korban tewas ini umumnya adalah warga sipil yang mencoba mendapatkan makanan untuk keluarganya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Dua Tentara Cadangan Israel Tewas dalam Ledakan Bom di Lebanon Selatan, IDF Balas dengan Serangan Udara
Menlu Korsel Akui Upaya Mediasi Indonesia untuk Pertemuan dengan Korut Ditolak Pyongyang
Patung Figuratif Wanita di Pameran Desert X AlUla Picu Protes Publik Arab Saudi
Iran Usulkan Aliansi Keamanan Negara Muslim untuk Gantikan Peran Kekuatan Asing di Timur Tengah