Satya juga memberikan pandangannya mengenai viralnya video-video pendek anggota DPR di media sosial. Menurut analisanya, kemarahan publik terhadap DPR RI dipicu oleh beredarnya konten-konten negatif yang diunggah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Nah cuma itu tadi, yang diputar-putar itu, apa, diputar-putar video yang lama, diputar-putar," ujarnya.
Psikologi Massa dan Sulitnya Kontrol di Media Sosial
Meski demikian, Satya mengakui bahwa kondisi psikologi massa masyarakat pada saat itu sulit untuk dikendalikan. Informasi yang berkembang di platform media sosial dinilai cukup liar, dengan sedikit sekali pihak yang berusaha mencari kebenaran dari isu-isu yang beredar.
"Cuma ya mungkin bagaimana psikologi massa waktu itu, seharusnya itu dikendalikan lah begitu, media sosial susah mengontrolnya, mungkin media massa," tegas Satya Adianto.
Kasus ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, memicu diskusi panjang mengenai batasan antara ekspresi budaya dan etika dalam forum resis kenegaraan.
Artikel Terkait
Viral Pria Tendang Kucing Sampai Mati di Blora, Identitas Pelaku Terungkap!
Hasil Investigasi Polda Metro: Bhabinkamtibmas Tak Aniaya Penjual Es Gabus
Toxic Leadership Kapolri Listyo Sigit: Krisis Komunikasi & Ujian Pemerintahan Prabowo
8 Jenis Pizza Italia Terkenal & Autentik 2024: Dari Margherita hingga Siciliana