Resbob Ditangkap di Semarang: Kronologi Pelaku Ujaran Kebencian SARA Ditangkap Polisi
Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat (Ditressiber Polda Jabar) berhasil menangkap Adimas Firdaus, yang dikenal sebagai Youtuber Resbob, pelaku penyebar ujaran kebencian bernuansa SARA. Penangkapan dilakukan di sebuah desa di Semarang, Jawa Tengah, setelah pelaku kabur dan berpindah-pindah kota untuk menghindari kejaran polisi.
Perjalanan Kabur Resbob dari Surabaya ke Semarang
Direktur Ditressiber Polda Jabar, Kombes Resza Ramadianshah, mengungkapkan bahwa penangkapan ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang merasa dirugikan. Resbob diketahui berpindah-pindah lokasi, mulai dari Surabaya, Surakarta, hingga akhirnya bersembunyi di Semarang.
"Kita tangkapnya tadi di desa, tidak di rumah, dia sedang bersembunyi, berupaya bersembunyi," jelas Resza dalam keterangan resminya pada Senin, 15 Desember 2025.
Pasal yang Dijeratkan dan Ancaman Hukuman
Resbob akan dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) UU ITE tentang penyebaran informasi elektronik yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA. Pasal ini mengancam hukuman pidana penjara maksimal 6 tahun.
"Untuk setiap orang yang mendistribusikan informasi elektronik yang sifatnya menghasut untuk menimbulkan rasa kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan," tegas Resza.
Pendalaman Kasus dan Pemeriksaan Rekan Pelaku
Polisi tidak hanya memproses Resbob. Penyidik juga akan mendalami video viral yang memuat ujaran kebencian tersebut dan memeriksa orang-orang yang terlibat dalam pembuatannya.
"Karena video ini tidak dilakukan sendiri, ada dua orang yang membantu, masih kita dalami, akan kita lakukan pemeriksaan," tambah Resza.
Kronologi Awal Kasus Ujaran Kebencian Resbob
Kasus ini berawal saat Adimas Firdaus alias Resbob melakukan live streaming di platform media sosial. Dalam siaran tersebut, dia mengucapkan kata-kata kasar dan menghina terhadap suporter Persib Bandung (Viking) serta suku Sunda.
Aksi ini memicu kecaman luas dari masyarakat Jawa Barat dan suporter Persib, yang akhirnya melaporkannya ke polisi. Menanggapi tekanan, Resbob sempat meminta maaf melalui akun medsosnya dengan alasan sedang tidak sadar karena mengonsumsi minuman keras saat live streaming di Surabaya.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh dari Enam Provinsi Siap Padati Monas pada May Day 2026, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Anggota TNI AL Gebrak Ambulans yang Hendak Jemput Pasien Kritis di Surabaya, Minta Maaf Usai Viral
Anggaran Sepatu Sekolah Rp27,5 Miliar Dikritik, Mensos Buka Suara
Mitsubishi Xforce Hadirkan Lima Fitur Praktis, dari TPMS hingga Konsol Berpendingin