Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Pandji Pragiwaksono Soal Pemilih Jawa Barat
Kritik tajam komika Pandji Pragiwaksono dalam spesial stand-up comedy 'Mens Rea' menjadi viral di media sosial. Pandji menyoroti kecenderungan masyarakat, khususnya warga Jawa Barat, dalam memilih pemimpin berdasarkan popularitas dan latar belakang artis.
Kritik Pandji Pragiwaksono Terhadap Pola Pilih Pemilih Jawa Barat
Dalam videonya yang viral, Pandji Pragiwaksono menyebut bahwa masalah terbesar dalam pemilihan pemimpin berdasarkan popularitas ada di Jawa Barat. Ia memberikan contoh dengan menyebutkan beberapa nama mantan pemimpin yang berasal dari dunia hiburan.
"Orang Sunda senang banget milih artis. Gubernur mereka waktu itu Deddy Mizwar, artis film. Wakil gubernur mereka, Dede Yusuf, artis TV," ujar Pandji. "Sekarang gubernurnya, Dedi Mulyadi, artis Youtube!" tegasnya disambut gelak tawa penonton.
Tanggapan Gubernur Dedi Mulyadi Atas Kritik Tersebut
Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi justru mengapresiasi kritik dari Pandji. Dalam video tanggapan di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Dedi menyebut Pandji sebagai sosok yang kritis dan edukatif.
“Setiap pernyataannya menggelitik, korektif, dan edukatif,” kata Dedi Mulyadi.
Membela Kapasitas Figur Artis di Dunia Politik
Dedi Mulyadi menilai bahwa tidak semua figur dari dunia hiburan bisa digeneralisasi. Ia mengakui bahwa Deddy Mizwar pernah menjadi pasangannya dalam Pilkada, namun gagal ketika mencalonkan diri sebagai gubernur. Hal serupa terjadi pada Dede Yusuf.
Meski begitu, Dedi menekankan bahwa Dede Yusuf memiliki kapasitas yang baik dan kini terbukti mampu menjalankan peran sebagai pimpinan komisi di DPR RI. “Banyak juga yang dari kalangan artis punya kemampuan,” ujarnya.
Klaim Kinerja Nyata di Lapangan
Merespons sebutan "Gubernur Konten", Dedi Mulyadi menegaskan bahwa penilaian harus berdasarkan hasil kerja nyata. Ia mengundang Pandji untuk berkeliling melihat langsung pembangunan dan kondisi jalan di berbagai daerah di Jawa Barat.
“Apakah saya hanya gubernur konten atau gubernur kenyataan, itu bisa dilihat dari hasilnya di lapangan,” tegas Dedi.
Pentingnya Kritik dalam Demokrasi
Dedi Mulyadi menutup tanggapannya dengan menegaskan prinsip demokrasi. Ia menyambut baik kritik dan koreksi dari publik, termasuk yang disampaikan dengan cara jenaka seperti stand-up comedy.
“Ini negara demokrasi. Setiap orang berhak menyampaikan pikiran dan gagasan, termasuk koreksi secara terbuka,” pungkas Gubernur Jawa Barat tersebut.
Artikel Terkait
ICW Minta KPK Awasi Ketat Skema Triliunan Rupiah di Program Gizi Polri
Ibu Bakar Anak Kandung di Sumbawa Usai Cekcok Soal Pakan Ternak
Pakar Prediksi Kasus Emas Ilegal Rp25,8 Triliun Bakal Jerat Banyak Pihak
Penerima Beasiswa LPDP Diblacklist dan Wajib Kembalikan Dana Usai Unggahan Kontroversial