KSAD Maruli Sindir Donatur Bencana: Bantuan untuk Korban, Bukan Pencitraan

- Kamis, 08 Januari 2026 | 06:25 WIB
KSAD Maruli Sindir Donatur Bencana: Bantuan untuk Korban, Bukan Pencitraan

KSAD menegaskan bahwa prinsip utama bantuan kemanusiaan adalah kecepatan, ketepatan sasaran, dan keikhlasan. Bantuan seharusnya berfokus pada penderitaan korban, bukan pada penguatan citra atau kepentingan tertentu.

“Bantuan itu bisa diserahkan tanpa izin, tanpa ribut, dan tanpa klaim berlebihan. Yang penting sampai ke masyarakat,” tegas Maruli.

Dalam situasi darurat, yang dibutuhkan masyarakat terdampak adalah kehadiran dan kepedulian yang tulus, bukan dominasi logo atau nama organisasi pada spanduk besar.

TNI AD dan Komitmen Kerja Nyata Tanpa Pencitraan

Sebagai institusi yang rutin terlibat dalam penanganan bencana, TNI AD disebut selalu mengedepankan kerja konkret di lapangan. Mulai dari distribusi logistik, evakuasi, hingga pemulihan pascabencana dilakukan tanpa klaim berlebihan.

Kritik dari KSAD ini diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak, baik individu maupun lembaga, untuk menempatkan nilai kemanusiaan di atas segala-galanya. Bantuan bencana bukanlah panggung untuk pertunjukan, melainkan wujud solidaritas untuk meringankan beban sesama.

Pernyataan KSAD Maruli Simanjuntak ini pun mendapatkan respons luas dari publik, seiring dengan meningkatnya tuntutan transparansi dan ketulusan dalam setiap aksi sosial dan kemanusiaan.

Halaman:

Komentar