Namun, politikus PDIP itu menegaskan kondisi tersebut menjadi persoalan serius ketika dibandingkan dengan nasib guru honorer dan tenaga kesehatan. Banyak dari mereka yang telah mengabdi lama, tetapi belum mendapatkan kepastian status maupun kesejahteraan yang layak.
"Yang tidak adil, para nakes dan guru protes, terutama yang sudah mengabdi lama. Saya berharap ini menjadi efek domino bagi presiden untuk menyelesaikan PPPK yang ada, terutama di tenaga guru dan kesehatan," tuturnya.
Edy mengimbau agar persoalan ini segera dikoordinasikan dengan Presiden Prabowo Subianto agar polemik pengangkatan PPPK tidak berlarut-larut.
"Jika tidak diurus, protes akan berlanjut. Sopir yang mengantar makanan (dari program SPPG) gajinya lebih tinggi dari guru yang mendidik anak-anak. Mereka kuliah berdarah-darah, kok tiba-tiba perlakuannya berbeda," pungkas Edy Wuryanto.
Artikel Terkait
TNI Siap Hadapi Perang Berlarut: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tegaskan Kesiapan Pertahanan NKRI
3 Oknum Polisi Ditangkap Saat Pesta Narkoba di Hotel Bengkalis: Fakta & Kronologi Terbaru
Uang Rp2,6 Miliar Hasil Pemerasan Bupati Pati Disimpan dalam Karung, KPK Ungkap Modusnya
Roy Suryo Protes Penetapan Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Sebagai Pelanggaran HAM Berat