PARADAPOS.COM - Sebuah video yang menunjukkan kedekatan seorang mahasiswi UIN Sultan Syarif Kasim Riau dengan terduga pelaku pembacokan di Pekanbaru viral di media sosial. Video-video yang diduga berasal dari akun TikTok @_mzfrr itu memicu beragam spekulasi publik, terlebih setelah polisi mengungkap bahwa kejadian berdarah tersebut diduga telah direncanakan sejak November 2025. Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius, sementara penyelidikan untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap masih terus digalakkan.
Konten Viral dan Aktivitas Bersama
Video yang menjadi sorotan tersebut menampilkan sejumlah momen kebersamaan antara mahasiswi dan terduga pelaku. Dalam beberapa potongan tayangan, keduanya terlihat sedang mengikuti kegiatan di lingkungan kampus. Tidak hanya itu, ada pula rekaman yang menunjukkan mereka sedang menghabiskan waktu di luar aktivitas akademik, salah satunya bermain PlayStation di sebuah tempat rental. Unggahan-unggahan ini kemudian menyebar luas setelah dibagikan ulang oleh banyak akun lain di platform media sosial.
Akar penyebarannya, akun TikTok dengan nama @_mzfrr, tercatat memiliki puluhan ribu pengikut. Setidaknya ada enam video berbeda yang mengabadikan interaksi keduanya sebelum peristiwa pembacokan terjadi. Beredarnya konten-konten lama ini, beserta berbagai unggahan ulangnya, menciptakan gelombang komentar dan dugaan dari warganet mengenai dinamika hubungan di balik tragedi tersebut.
Respons dan Penjelasan Aparat Kepolisian
Spekulasi yang berkembang di ruang digital semakin kuat menyusul pernyataan resmi dari kepolisian. Aparat sebelumnya telah mengindikasikan bahwa aksi kekerasan ini diduga bukanlah tindakan spontan, melainkan telah direncanakan beberapa bulan sebelumnya. Meski begitu, pihak berwajib menekankan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan semua fakta di lapangan.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, mengonfirmasi bahwa pelaku telah berhasil diamankan. Dalam penanganan kasus ini, polisi juga menyita barang bukti penting yang digunakan dalam kejadian.
“Pelaku sudah diamankan di Polsek Binawidya bersama barang bukti senjata tajam berupa kapak dan parang. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait motif dan kronologi kejadian,” jelas AKP Anggi.
Kondisi Korban dan Motif yang Diduga
Sementara pelaku telah diamankan, korban pembacokan masih berjuang memulihkan diri. Korban mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru akibat luka bacok yang cukup dalam di bagian kepala dan tangannya. Rencananya, korban akan dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap untuk penanganan lebih lanjut.
Meski penyelidikan masih mendalam, polisi telah mengarah pada dugaan awal terkait pemicu insiden ini. Namun, hal ini masih perlu dikonfirmasi dengan bukti-bukti yang lebih kuat.
“Diduga dipicu persoalan pribadi terkait hubungan percintaan, namun kami masih mendalami motif dan kronologinya,” pungkas AKP Anggi, menutup konfirmasinya.
Artikel Terkait
SBY Soroti Negosiasi Nuklir AS-Iran dan Risiko Perang dalam Esai Terbaru
Kekerasan terhadap Mahasiswi UIN Suska Riau Ungkap Dugaan Perselingkuhan
Kritik BEM UGM terhadap Program Pemerintah Soroti Peran Kontrol Mahasiswa dalam Demokrasi
Percakapan WhatsApp Ungkap Suasana Panik Saat Pembacokan di UIN Suska Riau