PARADAPOS.COM - Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, pada akhir April 2026 lalu, tidak hanya menyedot perhatian publik karena kemegahan acaranya. Sebuah momen yang lebih personal dan emosional justru menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sikap Maia Estianty yang terlihat tidak bersalaman dengan mantan suaminya, Ahmad Dhani, dan istrinya, Mulan Jameela, saat acara berlangsung, memicu beragam reaksi dari warganet. Momen ini menjadi sorotan utama di tengah sukacita pernikahan putra sulung mereka.
Potret Canggung di Tengah Bahagia
Dari video dan foto yang beredar luas di berbagai platform, terlihat Maia Estianty melewati Ahmad Dhani dan Mulan Jameela tanpa adanya kontak fisik, seperti bersalaman. Ia tampak lebih fokus mendampingi El Rumi, berinteraksi dengan keluarga besar, dan berada di sisi suaminya, Irwan Mussry. Sementara itu, Ahmad Dhani dan Mulan Jameela juga terlihat hadir di lokasi yang sama, mendampingi putra mereka dari kejauhan. Suasana yang tampak kaku ini langsung menjadi bahan analisis dan perbincangan netizen.
Bagi banyak pihak, momen ini bukanlah hal yang sepenuhnya mengejutkan. Luka lama kembali tersingkap di hadapan publik, mengingatkan pada dinamika keluarga yang rumit.
Bayang-Bayang Masa Lalu
Perjalanan rumah tangga Maia Estianty dan Ahmad Dhani berakhir pada 2008 silam. Isu perselingkuhan dan poligami yang melatarbelakangi perceraian mereka sempat menjadi sorotan media. Mulan Jameela, yang saat itu dikenal dekat dengan keluarga, kemudian menikah dengan Ahmad Dhani. Luka masa lalu itu, meski telah bertahun-tahun berlalu, kerap kali muncul kembali dalam berbagai acara keluarga besar, terutama yang melibatkan ketiga anak mereka: El Rumi, Dul Jaelani, dan Al Ghazali.
Meskipun demikian, demi kebahagiaan El Rumi, kedua orang tuanya tetap menunjukkan komitmen untuk hadir. Dalam prosesi siraman dan pengajian sebelum pernikahan, mereka bahkan sempat terlihat kompak. Namun, pada momen akad dan resepsi, sikap dingin Maia kembali mencuri perhatian publik.
Reaksi Publik: Antara Dukungan dan Kritik
Video yang memperlihatkan momen tersebut langsung viral di TikTok, Instagram, dan YouTube. Warganet pun terbelah. Sebagian besar justru memuji sikap Maia Estianty yang dinilai “berkelas” dan “elegan”. Mereka beranggapan bahwa memaafkan bukan berarti harus melupakan, apalagi setelah mengalami pengkhianatan yang mendalam.
“Bunda Maia bukan menolak, tapi Mulan tidak mau ulurkan tangan lebih dulu,” tulis seorang netizen.
“Wajar, sakit hatinya masih ada meski sudah move on. Yang penting fokus ke anaknya saja, tidak perlu drama,” timpal netizen lainnya.
Di sisi lain, ada juga suara yang menilai sikap tersebut kurang pantas di acara yang sakral. Namun, mayoritas publik tampak lebih condong memberikan dukungan kepada Maia, yang dianggap berhasil menjaga martabatnya di tengah situasi yang tidak mudah.
Kedewasaan Demi Kebahagiaan Anak
Terlepas dari momen canggung yang terjadi, pesta pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju tetap berlangsung meriah. Maia Estianty dan Irwan Mussry, serta Ahmad Dhani dan Mulan Jameela, sama-sama mendampingi pengantin dari kedua belah pihak. El Rumi sendiri terlihat bahagia, dan itu menjadi prioritas utama bagi kedua orang tuanya.
Sikap Maia Estianty kali ini kembali mengingatkan publik bahwa hubungan keluarga pasca-perceraian tidak selalu berjalan mulus. Namun, demi anak, mereka tetap berusaha hadir dan memberikan dukungan terbaik. Momen ini pun menjadi topik hangat yang terus diperbincangkan di media sosial, membuktikan bahwa cerita keluarga Maia-Dhani-Mulan masih selalu menarik perhatian masyarakat Indonesia. Semoga ke depannya, kedamaian semakin terjaga demi kebahagiaan anak-anak mereka.
Artikel Terkait
Ratusan Warga Takalar Ricuh di Kantor Bupati, Tolak Proyek Kawasan Industri yang Ancam Petani Rumput Laut
ICW Temukan Indikasi Penggelembungan Anggaran dan Monopoli dalam Program Makan Bergizi Gratis
15 Penumpang Perempuan Tewas dalam Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur
Pria Thailand 59 Tahun Minta Penari Dihadirkan di Pemakamannya agar Pelayat Tak Bersedih