Dalam keterangan kepada Jurnalis iNewsSorongRaya.id, Pangdam menyebutkan video tersebut tidak benar. Menurut Pangdam selama Satgas Yonif 300 bertugas di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Pegunungan, hubungan prajurit TNI dan masyarakat sangat baik. Selain itu masyarakat setempat tidak pernah mempunyai keluhan perilaku keras oleh prajurit TNI selama bertugas di wilayah tersebut.
" Itu tidk benar. Selama Satgas Yonif 300 bertugas di Ilaga, hubungan mereka dengan masyarakat sangat baik. Tidak pernah ada keluhan perilaku keras terhadap masyarakat," ungkap Pangdam melalui pesan singkat WhatsApp, Jum'at (22/3/2024) pagi tadi.
Lebih lanjut Pangdam mengatakan pihaknya masih mengkonfirmasi kebenaran video viral tersebut.
" Kami masih konfirmasi (kebenaran) video itu," ungkap Pangdam.
Menurut Pangdam selama pihaknya TNI melaksanakan tugas di wilayah konflik bersenjata di Papua kelompok KKB yang ditangkap langsung di serahkan kepada pihak Kepolisian dalam keadaan baik.
" Semua yg tertangkap diserahkan ke Polisi dalam keadaan baik. Tidak ada seperti itu (tindakan penyiksaan)," ujarnya.
Lebih lanjut menurut Pangdam video penyiksaan yang beredar di media sosial tersebut merupakan hasil editan dan manipulasi gambar.
" Video itu hasil edit dan manipulasi gambar,"tandasnya.
Sebelumnya diberitakan sebuah video berdurasi 1 menit 14 detik, yang merekam aksi keji sekelompok oknum militer melakukan penyiksaan sadis terhadap warga sipil di Papua viral di media sosial X (Twitter).
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan 2025 Disorot: Anggaran Dipakai Sejak 2024, Ini Potensi Kerugian Negara
Motor Pemberian Kapolres ke Penjual Es Kue Viral Dipakai Anak untuk Ojol, Dedi Mulyadi Syok
TNI Beri Bantuan Kulkas dan Kasur ke Pedagang Es Gabus, Babinsa Pelapor Dihukum
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan, 1 Luka Serius