Motor Pemberian Kapolres ke Penjual Es Kue Viral Ternyata Dipakai Anak untuk Berojek
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dibuat terkejut saat bertemu dengan Suderajat, penjual es kue asal Bogor yang viral. Kekagetan itu muncul setelah Suderajat bercerita tentang sepeda motor pemberian Kapolres Metro Depok.
Seperti diketahui, setelah insiden fitnah yang membuatnya terkenal, Suderajat mendapat berbagai bantuan. Salah satunya adalah satu unit sepeda motor Yamaha Mio berwarna Tosca yang diberikan langsung oleh Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, pada Selasa (27/1/2026).
Pengakuan Jujur Suderajat ke Dedi Mulyadi
Mengetahui kabar pemberian motor tersebut, Dedi Mulyadi pun menanyakan hal itu saat bertemu Suderajat. Awalnya, Suderajat malah menyangkal dan mengaku sebagai orang miskin yang hanya jalan kaki.
"Boro-boro punya motor, jalan kaki," ujar Suderajat seperti ditirukan Dedi Mulyadi.
Setelah didesak, Suderajat akhirnya mengakui bahwa ia memang telah diberi motor. Namun, motor tersebut tidak berada di tangannya. Saat ini, motor pemberian Kapolres itu justru dibawa oleh anak keduanya.
Motor Kapolres Dipakai untuk Cari Tambahan
Dedi Mulyadi yang penasaran lalu bertanya untuk apa motor itu dibawa anaknya. Dengan blak-blakan, Suderajat mengungkapkan bahwa motor tersebut dipakai anaknya untuk beraktivitas sebagai pengojek online.
"Katanya buat ngojek," cerita Suderajat kepada Gubernur Jabar itu.
Pertemuan antara Dedi Mulyadi dan Suderajat ini diungkap oleh Ketua RW setempat, M Ali Akbar. Dalam pertemuan itu, selain memberikan motivasi, Dedi Mulyadi juga memberikan sejumlah bantuan modal usaha untuk Suderajat.
Latar Belakang Kasus Viral Penjual Es Kue
Suderajat menjadi perhatian publik setelah menjadi korban fitnah dan dugaan penganiayaan oleh oknum aparat. Ia dituduh menjual es kue berbahan spons oleh oknum polisi dan TNI di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (24/1/2026).
Setelah pemeriksaan laboratorium Polri dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, es kue jualan Suderajat dinyatakan aman dan layak konsumsi. Dua oknum aparat yang terlibat, Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Serda Heri Purnomo, telah meminta maaf langsung kepada Suderajat.
Artikel Terkait
Aktivis Kampus dan HAM Terancam, dari Intimidasi Digital hingga Serangan Air Keras
Syekh Ahmad Al Misry Jadi Sorotan Terkait Inisial SAM dalam Laporan Pelecehan Seksual
Kapolda NTT Copot Dirresnarkoba Terkait Dugaan Pemerasan Rp375 Juta
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Picu Perdebatan Norma di Media Sosial