PARADAPOS.COM - Viral video yang mereka mobil Maung Garuda MV3 Limousine berwarna putih sedang mengisi bbm di SPBU Shell jadi perbincangan di media sosial.
Dalam video berdurasi 25 detik itu, mobil yang kini jadi kendaraan dinas Kepresidenan itu mengisi BBM di Shell yang merupakan perusahaan bahan bakar minyak (BBM) milik swasta.
Netizen pun bertanya, apa alasan Mobil buatan Pindad itu mengisi bbm asing ketimbang SPBU Pertamina. Terlebih, video itu kembali viral di tengah kasus korupsi Pertamina dengan modus mengoplos bbm non subsidi dicampur bbm bersubsidi.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi merespons hal itu.
Menurut Hasan, video tersebut diambil beberapa bulan yang lalu alias jauh sebelum Prabowo Subianto dilantik menjadi Presiden.
"Itu video berapa bulan yang lalu. Itu sekitar 4 bulan yang lalu," kata Hasan kepada wartawan, Sabtu 1 Maret 2025.
Hasan menegaskan jika mobil Maung Garuda MV3 Limousine pada saat itu belum menjadi mobil kepresidenan. Hal itu diperkuat dengan pemasangan pelat nomor yang tidak menggunakan RI 1.
"Itu sebelum jadi mobil presiden. Belum ada pelat Indonesia 1 atau RI 1," kata Hasan.
Hasan mengatakan, mengisi BBM bagi kendaraan dapat dilakukan di SPBU mana pun tanpa tendensi apa pun.
"Dan mengisi BBM bisa di mana saja tanpa tendensi apa pun," jelasnya.
Sebelumnya, viral video di media sosial mobil Maung Garuda MV3 Limousine berwarna putih tengah mengisi mengisi bahan bakar di SPBU Shell.
Meski begitu, tak diketahui pasti kapan dan di mana lokasi SPBU Shell yang menjadi tempat mengisi bbm mobil karya anak bangsa.
Mobil tersebut tampak mengenakan pelat nomor Garuda dan sedang dilayani petugas SPBU Shell.
Sumber: disway
Artikel Terkait
100 Kosakata Bahasa Sunda Sehari-hari Lengkap dengan Tingkatan Lemes dan Loma
AS Serang Target di Iran saat Masa Gencatan Senjata, Trump Ancam Oman Soal Selat Hormuz
IKM Resmi Laporkan Abu Janda ke Bareskrim atas Dugaan Ujaran Kebencian Terhadap Masyarakat Minang
Jokowi Akan Kunjungi Lampung, NTT, dan Jawa Barat dalam Waktu Dekat