Komisi I DPR akan segera membawa Rancangan Undang-undang (RUU) Nomor 34/2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke pembahasan tingkat II Paripurna, dalam waktu dekat ini.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Dave Laksono kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 18 Maret 2025.
“Dalam rapat paripurna terdekat, saya enggak tahu, kemungkinan bisa jadi Minggu ini. Karena masih ada beberapa hari lagi di Minggu ini, jadi Minggu ini mungkin bisa diputuskan di rapat paripurna,” ungkap Dave.
Dave menyatakan bahwa seluruh fraksi di Komisi I DPR menyetujui RUU TNI dibawa ke Tingkat II atau Paripurna. Sehingga, kata dia, proses pembahasan berjalan lancar.
“Semua setuju, semua ya menyampaikan pandangannya, dan sudah disepakati di rapat panja, rapat konsinyering. Semua kita sudah membahas secara detail dan sudah ada kesepakatan,” ucap politikus Golkar ini.
“Jadi yang menjadi hambatan apapun yang jadi kendala sudah kita selesaikan,” imbuhnya.
Komisi I DPR menyepakati Rancangan Undang-Undang (RUU) Nomor 34/2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) dibawa ke tingkat II atau Paripurna.
Sebelum disahkan, seluruh Fraksi di Komisi I DPR telah memberikan pandangannya dan mereka menyatakan setuju RUU TNI dibawa ke Paripurna.
Selanjutnya, Ketua Komisi I DPR Utut Adianto selaku pimpinan rapat pun menanyakan persetujuan dari peserta rapat.
“Selanjutnya saya mohon persetujuannya Apakah RUU tentang perubahan atas undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia untuk selanjutnya dibawa pada pembicaraan tingkat II dalam rapat paripurna DPR RI untuk disetujui menjadi undang-undang. Apakah dapat disetujui?” tanya Utut.
“Setuju,” jawab peserta rapat kompak.
Rapat ini turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah, dalam hal ini Menteri Hukum Supratman Andi Agtas.
Sumber: rmol
Foto: Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Dave Laksono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 18 Maret 2025/RMOL
Artikel Terkait
Video Viral GEKDIAH: Dua Tato di Lengan Perempuan dan Kutek Hitam Pria Jadi Sorotan, Pakar Siber Ingatkan Bahaya Phishing
Hampir Separuh Penduduk Batavia Abad ke-17 adalah Budak, Fakta Kelam di Balik Gemerlap VOC
Video Salat Tanpa Mukena di Pelatihan Militer Calon Manajer Koperasi Desa Picu Kontroversi, Komnas HAM Soroti Program
Praperadilan Refly Harun Dinilai Jadi Penentu Nasib Tersangka Lain di Kasus Ijazah Palsu Jokowi