Sejatinya UGM Bangga Ada Alumnusnya Menjadi Presiden, Tapi...
Oleh: Ali Syarief
Akademisi
Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah salah satu institusi pendidikan tertua dan paling prestisius di Indonesia.
Sebagai universitas yang lahir dari semangat kebangsaan dan perjuangan, UGM seharusnya bangga ketika ada alumnusnya yang berhasil mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan, yaitu sebagai Presiden Republik Indonesia.
Namun, alih-alih merayakan dan mengklaim kebanggaan tersebut, UGM justru sibuk dengan polemik yang meragukan keabsahan ijazah salah satu alumnusnya, Presiden Joko Widodo.
Hal ini menjadi ironi yang sulit dicerna di tengah sejarah panjang universitas ini dalam mencetak pemimpin bangsa.
Jika kita melihat ke belakang, Institut Teknologi Bandung (ITB) memiliki dua alumnus yang pernah menjadi Presiden, yaitu Ir. Sukarno, sang proklamator dan pendiri bangsa, serta Prof. B.J. Habibie, seorang teknokrat jenius yang membawa nama Indonesia ke kancah industri dirgantara dunia.
Begitu pula dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang memiliki Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai alumnusnya.
Ketiga universitas tersebut dengan bangga mengakui dan merayakan pencapaian alumnus mereka, tanpa kontroversi yang merusak kredibilitas akademiknya.
Sebaliknya, UGM tampaknya menghadapi situasi yang berbeda. Daripada mengumandangkan kebanggaan, universitas ini justru terjebak dalam perdebatan seputar keaslian ijazah Jokowi, yang oleh sebagian publik diyakini sebagai palsu.
Isu ini tidak hanya berkembang di tingkat nasional, tetapi juga mendapat perhatian internasional.
Artikel Terkait
Keracunan Massal MBG Soto Ayam Mojokerto: 261 Siswa Terdampak, 121 Dirawat
Denada Buka Suara Soal Gugatan Anak Kandung: Kronologi, Gugatan Rp 7 M, dan Fakta Lengkap
Meteo MSN: Cek Cuaca Akurat & Real-Time Terlengkap 2024
Java FX: Platform Trading Forex Terbaik dengan Edukasi & Teknologi MT5