Pengumuman Bareskrim Polri bahwa ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi adalah asli dinilai belum cukup.
Diperlukan tim kredibel untuk menyatakan keabsahan legalitas ijazah Jokowi, salah satunya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengeluarkan ijazah ayah dari Wapres Gibran Rakabuming Raka itu.
Analis komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan, pihak-pihak yang meragukan keabsaham ijazah Jokowi juga perlu dilibatkan.
"Tim itu idealnya diambil dari UGM, pihak Jokowi, pihak Roy Suryo, dan pihak independen," kata Jamiluddin kepada RMOL, Minggu, 25 Mei 2025.
Jamiluddin mengatakan, jika tim itu benar-benar dibentuk, maka perlu diberikan batas waktu dalam bekerja dan keputusan tim ini seyogyanya disepakati bersifat final.
Menurutnya, tim ini diperlukan untuk menyelesaikan polemik ijazah palsu Jokowi yang berujung pada trust issue di tengah masyarakat terkait aparat penegak hukum dan pemerintah.
"Hal itu memang perlu segera diselesaikan agar isu ijazah palsu tidak dijadikan panggung politik oleh pihak manapun," tutup Jamiluddin.
Sumber: rmol
Foto: Ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi/Ist
Artikel Terkait
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Seluruh Aset Sitaan Dikembalikan
Menko Polkam Tegaskan Tindakan Hukum Tegas untuk Penginjakan Garuda, Pengibaran Bendera GAM, dan Kericuhan Demo Papua
Gempa M 7,7 di NTT Tewaskan 47 Orang, 5.434 Warga Mengungsi
Wacana Cetak Ulang Buku Pelajaran Menuai Kritik: Ekonom Soroti Pemborosan Anggaran dan Nasib Buku Sekolah Elektronik