PARADAPOS.COM - Presenter sekaligus komedian Nina Carolina atau yang akrab disapa Mpok Alpa meninggal dunia pada Jumat (15/8/2025) di usia 38 tahun setelah berjuang melawan kanker.
Kabar ini mengejutkan publik, terlebih karena Mpok Alpa dikenal sebagai sosok ceria.
Di tengah duka, warganet menyoroti unggahannya di Instagram yang dinilai seperti firasat sebelum kepergiannya.
Dikutip JatimNetwork.com melalui akun Instagram @nina_mpokalpa, Mpok Alpa membagikan momen kebersamaan kedua anak kembarnya, Raffi Ahmad Darmadina dan Raffa Ahmad Darmadina, pada 30 Mei 2025.
Dalam unggahan tersebut, ia menuliskan pesan penuh nasihat untuk kedua buah hatinya.
"Lagu ini mewakili hati mama untuk kamu nak, mama mau liat kamu tumbuh besar dan sukses. Jadilah pribadi yang baik untuk masa depan kamu... #janganjadiorangsombong #janganjadiorangrakus #janganjadiorangserakah #janganjadiorangpelit #janganjadiorangpembohong #janganjadioranggengsian #jadilahorangapaadanya" tulisnya.
Unggahan ini disertai dengan lagu "Selalu Ada di Nadimu" yang dinyanyikan oleh Bunga Citra Lestari (BCL), salah satu soundtrack utama film animasi Indonesia Jumbo (2025).
Sebagai informasi, lagu "Selalu Ada di Nadimu" diciptakan oleh trio produser Laleilmanino dan dirilis pada 21 Maret 2025.
Liriknya menggambarkan doa dan cinta abadi orang tua kepada anak, bahkan ketika secara fisik mereka tak lagi bersama.
Pesan dalam lagu ini kini terasa semakin menyayat hati setelah kepergian Mpok Alpa. Sehingga banyak warganet yang menganggap unggahan tersebut sebagai firasat sebelum kepergiannya.
"Ya Allah lagunya... kenapa lagi ini, jadi kenyataan kan..." tulis akun Instagram @madiunwisata.
"Seperti sudah firasat menyampaikan pesan untuk anak-anaknya," komentar akun @queen.annisa.
"Bahkan lagunya menjadi kenyataan. Semoga amal ibadah Mpok diterima dan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Mpok orang baik," tulis akun @staarliin.***
Sumber: jatimnet
Artikel Terkait
Polisi Tabrak 4 Motor di Asahan dan Kabur Dikejar Massa: Kronologi Lengkap
Ressa Rizky Rossano Gugat Denada: Klaim Anak Kandung & Tuntut Ganti Rugi Miliaran Atas Penelantaran
Eggi Sudjana dan Fenomena Pengkhianatan Politik: Analisis Sejarah & Karakter Bangsa
Viral Petugas Kemenhub Dituding Pungli Rp150 Ribu ke Mobil Bantuan Aceh, Ini Fakta dan Bantahannya