Roby Tremonti Akui Diri sebagai Bobby dalam Buku Mantan, Bantah Tuduhan dan Ancam Laporkan Penulis

- Minggu, 01 Maret 2026 | 01:00 WIB
Roby Tremonti Akui Diri sebagai Bobby dalam Buku Mantan, Bantah Tuduhan dan Ancam Laporkan Penulis

PARADAPOS.COM - Aktor Roby Tremonti secara terbuka mengakui bahwa dirinya adalah sosok di balik tokoh "Bobby" dalam buku memoar "Broken Strings" karya mantan pasangannya, Aurelie Moeremans. Namun, di tengah pengakuan tersebut, Roby justru membantah semua tuduhan yang tersirat dalam buku itu dan mengancam akan melaporkan Aurelie ke pihak berwajib. Pernyataan kontroversial ini disampaikannya dalam sebuah video YouTube, memicu reaksi beragam dari publik.

Mengulik Isi Buku "Broken Strings"

Memoar "Broken Strings" yang ditulis Aurelie Moeremans mengisahkan pengalaman pribadinya yang kelam, terutama pada masa muda. Buku tersebut mengangkat kisah tentang praktik child grooming atau manipulasi psikologis oleh orang dewasa, disertai dengan kekerasan fisik dan mental yang dialami penulis. Aurelie juga menggambarkan sosok pelaku dengan nama samaran "Bobby", yang disebutnya pernah memaksanya untuk menikah.

Meski menggunakan nama samaran, publik dengan cepat menghubungkan karakter "Bobby" dengan Roby Tremonti. Keterkaitan itu muncul karena Roby dan Aurelie memang pernah dikabarkan menjalin hubungan dan menikah. Spekulasi ini akhirnya menemui titik terang, bukan dari sang penulis, melainkan dari Roby sendiri.

Pengakuan dan Tantangan Terbuka Roby Tremonti

Dalam video yang diunggah ulang oleh sebuah kanal YouTube, Roby tampak emosional. Ia awalnya menyanggah sebutan "oknum" yang dialamatkan kepadanya, dengan argumentasi bahwa istilah itu hanya untuk mereka yang telah berurusan dengan hukum.

"Ini penting ini sekali, kamu inget ya, 1. jangan bilang Roby Tremonti itu oknum saya belum dipanggil kemanapun," tegasnya dalam video tersebut.

"Buktikan, saya masih di rumah, jangan pakai bahasa oknum ini masih bebas berkeliaran, saya belum dipanggil. Saya tekankan lagi saya belum dipanggil siapapun," ujarnya lebih lanjut.

Ia kemudian secara gamblang mengakui identitasnya sebagai "Bobby", namun sekaligus membantah segala perbuatan yang dituduhkan kepada tokoh tersebut. Roby menantang Aurelie untuk membuktikan semua klaim dalam bukunya secara hukum.

"Dan saya tegaskan lagi tokoh Bobby itu memang Roby Tremonti karena apa pernah menikah, itu ditulis. Tapi saya nggak bersalah yah," tuturnya.

"Tapi apapun yang dilakukan Bobby itu buktikan, apapun yang dituduhkan kalau tidak bisa dibuktikan itu akan berbalik ke yang menuduh, baca lah, saya bukan ahli hukum, googling aja," lanjut Roby, menekankan posisinya.

Respons Publik yang Beragam

Pengakuan mendadak Roby justru menuai berbagai reaksi dari warganet. Banyak yang menganggap langkahnya mengaku sebagai "Bobby" justru kontraproduktif, karena secara tidak langsung dianggap mengonfirmasi keberadaannya dalam narasi yang dibangun Aurelie.

Seorang warganet berkomentar, "Penulis ga sebut nama jelas itu siapa, lah elu malah ngaku. Dengan lu mengaku, berarti elu jg mengakui semua perbuatan tokoh itu, skrg minta bukti apa lagii? kan elu udah ngaku."

Komentar lain menambahkan, "Lah kamu sndiri yang koar2 ngaku sndiri u si Bobby nyaaa wkwkwka skrg riweuh sndiri.. aneh banget dah ah."

Ada pula yang mempertanyakan eskalasi yang dilakukan Roby, "Si penulis juga ngga ada nuduh dia.. Ngga ada ngelaporin dia. Kok dia ribet." Reaksi-reaksi ini menunjukkan bahwa publik memandang pernyataan Roby justru membuka ruang perdebatan yang lebih luas, alih-alih menyelesaikan persoalan.

Dengan ancaman pelaporan yang disampaikan Roby Tremonti, dinamika kasus ini tampaknya akan bergeser dari ranah publik ke ranah hukum. Perkembangan selanjutnya tentu bergantung pada langkah yang akan diambil oleh Aurelie Moeremans sebagai penulis, serta apakah tantangan terbuka Roby benar-benar akan diwujudkan dalam bentuk laporan resmi kepada kepolisian.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar