PARADAPOS.COM - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meyakini bahwa kemerdekaan Palestina bukan sekadar mimpi di siang bolong, melainkan sebuah kepastian yang akan terwujud.
Dia pun mengambil contoh keberhasilan Malaysia dan Indonesia meraih kemerdekaan dengan segala jerih payah.
Hal tersebut disampaikan Anwar saat berorasi di hadapan ribuan orang yang memadati acara 'Malam Himpunan dan Selawat Malaysiaku Bersama Gaza' di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, Minggu (24/8/2025) malam.
Orasi ini tak hanya menggetarkan, tetapi juga membangkitkan asa
Dengan suara bergetar penuh semangat, Anwar menegaskan dukungannya yang tak pernah surut untuk perjuangan rakyat Palestina.
Dia mengingatkan kembali bagaimana Malaysia dan Indonesia, dua saudara serumpun, pernah berada dalam posisi yang sama.
"Ya (Palestina) belum menang, tapi Insyaallah akan dan pasti menang kebenaran dan keadilan," ucap Anwar.
Dia pun mengajak hadirin untuk melihat ke belakang, ke masa-masa sulit perjuangan kemerdekaan.
"Bulan ini bulan merdeka Malaysia. Tahun 20-an, 30-an, 40-an, bapak-bapak (pendahulu) kita mengorak (mengambil) langkah, siapa percaya kita boleh mencatat dan mencapai kemerdekaan," ujarnya, menyinggung jerih payah para pahlawan bangsa.
Tak hanya Malaysia, Anwar juga menukil kisah heroik Indonesia.
Dia menyebut nama proklamator kita, Bung Karno, yang dengan gigih memimpin perjuangan melawan cengkeraman kolonial Belanda.
"Siapa percaya Indonesia masa Bung Karno boleh membebaskan Indonesia dari kecaman, ancaman, genggaman, penekanan, pemerasan Belanda dengan sekutu-sekutu mereka," tambahnya.
Orasi Anwar terasa semakin kuat saat dia menyinggung perjuangan tokoh-tokoh besar dunia lainnya.
Dari Mahatma Gandhi yang berhasil memerdekakan India dari Inggris, hingga Vietnam yang mampu mengalahkan Prancis dan Amerika Serikat (AS).
Bagi Anwar, sejarah telah membuktikan bahwa tidak ada bangsa yang bisa selamanya ditindas.
Ia percaya, dengan semangat yang sama, Palestina akan meraih kemerdekaannya.
Kehadiran ribuan orang dari Malaysia dan berbagai negara lain pada malam itu menjadi bukti nyata soliditas dan simpati mendalam untuk rakyat Gaza.
Acara ini tak hanya diisi dengan salawat dan doa bersama, tetapi juga menjadi wadah untuk menyuarakan kecaman terhadap kekejaman yang terus terjadi di tanah Palestina.
Salah satu poin penting adalah Deklarasi Sumud Nusantara, yang secara tegas mengutuk pembunuhan anak-anak dan serangan terhadap rumah sakit di Gaza.
Pesan Anwar jelas: perjuangan Palestina bukanlah perjuangan yang sendirian.
Dukungan dari berbagai penjuru dunia, termasuk Malaysia dan Indonesia, akan terus mengalir.
Dengan keyakinan pada kebenaran dan keadilan, kemerdekaan Palestina hanyalah masalah waktu.
Sumber: Inilah
Artikel Terkait
Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Kapak di Ruang Sidang Usai Tolak Cinta Pelaku
Pengusaha Rendy Brahmantyo dan Influencer Tara Saling Lapor Terkait Dugaan Pemerkosaan di Jaksel 2017
Sopir Tanpa SIM Melawan Arah di Gunung Sahari, Mobil Rusak Dihadang Massa
Guru Honorer Probolinggo Dibebaskan, Kasus Rangkap Jabatan Dihentikan Kejaksaan