PARADAPOS.COM - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menduga sejumlah bendera partainya yang dipegang massa pengunjuk rasa hari ini diambil dari jalanan.
Adapun ratusan massa hari ini menggelar unjuk rasa di DPR RI guna menolak kenaikan tunjangan perumahan anggota dewan sebesar Rp50 juta per bulan.
Dalam video yang direkam tim Kompas.com, tampak sejumlah massa aksi membawa bendera PAN.
"Mungkin itulah bendera-bendera yang terpasang di jalanan diambil oleh para demonstran, kemudian digunakan sebagai tanda atau apapun," ujar Eddy saat dihubungi Kompas.com, Senin (25/8/2025).
Eddy menjelaskan, PAN baru saja memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) pada 23 Agustus lalu.
Untuk merayakan ulang tahun itu, dipasang bendera PAN di berbagai pelosok Jakarta.
Oleh karena itu, Eddy menduga bendera yang dipasang untuk HUT PAN itulah yang diambil demonstran untuk unjuk rasa.
"Jadi tidak ada keterlibatan PAN di sini, hanya bahwa bendera-bendera PAN yang sudah terpasang sejak beberapa hari yang lalu kemudian diambil karena berada di tengah jalan," ujar Eddy.
Massa memegang bendera PAN
Sebelumnya, dalam video yang direkam Kompas.com, tampak sejumlah massa aksi di kawasan perempatan Slipi membawa bendera PAN.
Mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Gedung DPR RI karena dihadang barikade polisi.
Beberapa bendera biru dengan logo matahari itu tampak terikat pada sebatang bambu.
Selain di tangan demonstran, bendera-bendera itu juga tampak terpasang di tepi flyover Slipi.
Sebagai informasi, anggota DPR RI 2024-2029 tidak mendapatkan fasilitas rumah dinas dari negara.
Fasilitas itu diganti dengan uang dinas sebesar Rp 50 juta, memperhitungkan rata-rata harga sewa rumah di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Besarnya tunjangan perumahan itu membuat pendapatan anggota Dewan meningkat hingga sekitar Rp 100 juta.
Pemberian tunjangan itu kemudian dikritik publik karena dinilai terlalu besar, sementara tidak sedikit masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi.
Sumber: kompas
Artikel Terkait
Kejagung Belum Pastikan Status Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Bawah Mobil Usai Demo, Duga Ada Upaya Intimidasi
Sekretaris Kabinet: Harga Pertamax Masih Termurah di Asia Tenggara, Kecuali Malaysia
Pengamat Peringatkan Potensi Gejolak Sosial seperti 1998 Jika Pemerintah Tak Segera Benahi Ekonomi