PARADAPOS.COM - Memasuki hari keempat setelah ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, tim SAR gabungan mulai mengerahkan alat berat. Upaya ini dilakukan, untuk mempercepat proses evakuasi korban yang masih tertimbun puing-puing bangunan.
Langkah ini diambil setelah 72 jam pertama atau masa golden time berlalu dan tidak lagi terdeteksi tanda-tanda kehidupan dari bawah reruntuhan.
Penggunaan alat berat telah mendapat persetujuan resmi dari keluarga korban, yang sebelumnya telah diajak berdialog intensif oleh pemerintah dan tim penyelamat.
Diketahui, hingga kini tercatat 103 santri berhasil diselamatkan, sementara lima orang dinyatakan meninggal dunia dan 59 lainnya masih dinyatakan hilang.
Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati, diiringi asesmen ulang setiap kali puing diangkat, untuk memastikan keselamatan petugas dan kemungkinan adanya korban selamat.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (29/9/2025) sore saat para santri tengah melaksanakan salat Asar. Bangunan yang sedang dalam proses renovasi tiba-tiba ambruk, menimbulkan kepanikan dan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Sumber: inews
Artikel Terkait
Bareskrim: Narkoba dalam Koper Mantan Kapolres Bima untuk Konsumsi Pribadi
Dua Pakar Berbeda Temukan Kejanggalan pada Ijazah S2 dan S3 Rismon Sianipar
AKBP Didik Tersangka Narkoba, Koper Berisi Sabu dan Ekstasi Ditemukan di Rumah Polwan Bawahan
Kasus Ijazah Jokowi Berlarut, Dinamika Hukum dan Dukungan Publik Terus Menguat