Whoosh Dinilai Jadi Bom Waktu, Akademisi Sebut Bisa Bahayakan Negara
Proyek Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung menuai kritik tajam dari akademisi Ubedilah Badrun. Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini menyebut proyek strategis nasional tersebut justru membahayakan negara karena beban utang yang sangat berat dan kerugian operasional yang terus berlanjut.
Beban Utang dan Kerugian yang Membebani
Ubed menjelaskan bahwa proyek Whoosh telah menanggung utang lebih dari Rp 100 triliun. Yang memprihatinkan, utang besar ini disusul dengan kerugian operasional hampir Rp 4,1 triliun per tahun. Kombinasi beban utang dan kerugian tahunan ini dinilai sebagai sebuah "bom waktu" keuangan.
"Ini sebenarnya bisnis yang tidak masuk akal. Bagaimana kita bisa mengembalikan utang, sementara setiap tahun rugi terus? Dan ini akan terus, dan akan menjadi bom waktu. Jadi saya kira ya berbahaya negara kalau begini," tegas Ubed dalam keterangannya.
Artikel Terkait
Felix Siauw Kritik Prabowo Dukung Board of Peace: Kezaliman dan Penjajahan Gaya Baru
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Fakta Terbaru
Kisah Pilu Sudrajat: Rumah Ambrol & 3 Anak Putus Sekolah di Bogor, Begini Kondisinya
Kisah Sudrajat: Rumah Jebol & 3 Anak Putus Sekolah di Bogor, Ini Bantuan yang Diberikan