Prabowo Alokasikan Uang Sitaan Korupsi CPO Rp13 Triliun untuk Tambah Kuota Beasiswa LPDP

- Senin, 20 Oktober 2025 | 12:00 WIB
Prabowo Alokasikan Uang Sitaan Korupsi CPO Rp13 Triliun untuk Tambah Kuota Beasiswa LPDP

Prabowo Alokasikan Uang Sitaan Korupsi CPO Rp 13 Triliun untuk Tambah Dana Beasiswa LPDP

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan rencana untuk mengalokasikan uang hasil sitaan kasus korupsi fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) senilai Rp13 triliun guna menambah dana beasiswa LPDP. Langkah ini bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi penerus bangsa.

Apa Itu Beasiswa LPDP?

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) adalah beasiswa di bawah Kementerian Keuangan yang dikelola berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252 Tahun 2010. Program LPDP mencakup beasiswa, pendanaan riset, dan pengelolaan dana investasi untuk jenjang magister (S2) dan doktor (S3). Beasiswa ini tidak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga biaya hidup, transportasi, dan kebutuhan penunjang lainnya bagi Warga Negara Indonesia yang ingin melanjutkan studi di universitas ternama, baik di dalam maupun luar negeri.

Menjaring Anak Muda Cerdas dari Seluruh Lapisan Masyarakat

Dalam pidatonya pada Sidang Kabinet Paripurna Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran di Istana Negara, Prabowo menekankan pentingnya menjaring anak-anak cerdas dari semua kalangan, termasuk keluarga kurang mampu.

"Jangan anggap mereka itu anak-anak orang menengah ke atas, banyak anak orang bawah, orang miskin, ternyata punya kecerdasan yang tinggi, kita harus cari mereka," tegas Prabowo.

Berdasarkan perhitungannya, sekitar 1% dari populasi diperkirakan memiliki IQ di atas 120. Dengan jumlah penduduk sekitar 287 juta, potensi bakat yang perlu dijaring sangatlah besar.

Peran Serta Seluruh Pihak dalam Pencarian Bakat

Prabowo memerintahkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, untuk memimpin upaya pencarian ini dengan dibantu kementerian terkait, Kapolri yang memiliki jaringan hingga ke desa-desa, serta ormas dan yayasan-yayasan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menemukan anak-anak berpotensi tinggi di seluruh pelosok negeri untuk kemudian dididik menjadi generasi penerus bangsa melalui beasiswa LPDP.

Sumber Pendanaan LPDP: Efisiensi dan Uang Sitaan Korupsi

Presiden menegaskan bahwa penambahan dana beasiswa LPDP akan bersumber dari sisa dana efisiensi pemerintah dan uang hasil sitaan tindak pidana korupsi.

"LPDP akan saya tambahkan, uang-uang dari sisa efisiensi, penghematan, uang-uang yang kita dapat dari koruptor-koruptor sebagian besar kita investasi di LPDP," jelasnya.

Secara khusus, Prabowo menyebut uang Rp13 triliun dari kasus korupsi CPO yang diserahkan Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan sebagai salah satu sumber pendanaan. Sebelumnya, dalam acara penyerahan uang tersebut, Prabowo juga menyatakan bahwa dana sebesar itu dapat digunakan untuk merenovasi lebih dari 8.000 sekolah.

Arahan Prabowo: Sesuaikan Beasiswa LPDP dengan Kebutuhan Industri

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengungkapkan arahan Presiden Prabowo agar jumlah dan fokus beasiswa LPDP disesuaikan dengan rencana perkembangan industri di Indonesia. Hal ini mencakup sektor ketahanan pangan, energi, dan hilirisasi mineral, yang sejalan dengan program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Desa Nelayan, dan Koperasi Desa Merah Putih.

Penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten melalui perguruan tinggi dan beasiswa diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di industri-industri strategis tersebut.

Sumber Artikel Asli: Tribunnews

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar