Calista Amore Manurung, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud), akhirnya meminta maaf kepada publik dan keluarga almarhum Timothy Anugerah Saputra. Permintaan maaf ini disampaikannya melalui sebuah video pendek yang diunggah di media sosial, menyusul komentar nir-empatinya yang viral dan menuai kecaman luas.
Permintaan Maaf Calista Amore untuk Keluarga Timothy
Dalam video tersebut, Calista tampak dengan suara bergetar dan wajah menunduk. Ia menyampaikan permintaan maafnya secara khusus kepada orang tua dan keluarga Timothy, serta kepada semua pihak yang tersakiti atas ucapannya di grup percakapan.
"Pertama-tama saya ingin menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum Timothy. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan penghiburan, dan semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya," ucap Calista.
Mengakui Kesalahan dan Janji Perbaikan Diri
Calista secara terbuka mengakui bahwa tindakannya menjadikan kematian Timothy sebagai bahan olokan adalah tindakan yang tidak pantas dan tidak berempati.
"Saya menyadari tindakan nirempati yang saya lakukan tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. Saya sungguh menyesal dan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran besar untuk lebih berhati-hati dalam bersikap," katanya.
Ia berjanji akan memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya, serta belajar tentang empati dan tanggung jawab dari peristiwa ini.
Latar Belakang Viralnya Kasus Calista Amore
Nama Calista menjadi sorotan setelah tangkapan layar grup chat mahasiswa Unud beredar. Dalam percakapan itu, ia menuliskan komentar "Ga berasa lt 2 mah" usai kabar meninggalnya Timothy menyebar. Komentar ini dianggap sangat tidak sensitif dan menyinggung banyak pihak.
Sanksi dari Universitas Udayana
Menanggapi insiden ini, pihak Universitas Udayana telah mengambil tindakan. Ketua Unit Komunikasi Publik Unud, Dewi Pascarini, menegaskan bahwa kampus telah memberikan sanksi sementara kepada mahasiswa yang terlibat, termasuk Calista, dengan merekomendasikan pemberian nilai tidak baik untuk kemampuan soft skill. Sanksi akhir masih menunggu keputusan rektor berdasarkan rekomendasi Satgas.
Selain Calista, dua mahasiswa Fakultas Kedokteran lain yang berstatus koas di RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar juga diduga terlibat dan sedang dalam proses penanganan lebih lanjut.
Artikel Terkait
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Picu Perdebatan Norma di Media Sosial
Pemuda Tewas Dibunuh di Kamar Penginapan Medan, Jenazah Dibuang ke Sungai
Polisi Usut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, DPR Desak Penanganan sebagai Percobaan Pembunuhan
Menteri Keuangan Buka Opsi Naikkan Batas Defisit APBN di Atas 3 Persen