Viral! Ibu di Palembang Diusir Saat Urus Surat Mushola, Warganet: Ya Allah Pak Lurah!

- Rabu, 22 Oktober 2025 | 00:25 WIB
Viral! Ibu di Palembang Diusir Saat Urus Surat Mushola, Warganet: Ya Allah Pak Lurah!

Warga Palembang Diperlakukan Tidak Pantas Saat Urus Surat Mushola, Video Viral dan Jadi Sorotan

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang perempuan bernama Rumala Dewi (52) diperlakukan tidak pantas oleh oknum yang diduga lurah di Kantor Kelurahan Talang Betutu, Palembang. Kejadian ini memicu kecaman publik terhadap etika pelayanan publik.

Kronologi Peristiwa Pengusiran di Kantor Lurah

Rumala Dewi, warga Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, datang ke kantor kelurahan untuk mengurus surat keterangan pemasangan meteran listrik bagi mushola di lingkungannya. Alih-alih dilayani dengan ramah, ia justru diusir dari ruangan.

Dalam video berdurasi dua menit yang viral, terdengar suara Rumala yang kecewa berkata, Ya Allah Pak Lurah, kamu itu pelayan masyarakat. Apalagi ini untuk mushola.

Bukannya memberikan penjelasan, suara pria dalam video terdengar memerintahkan Rumala untuk keluar dengan berkata, Nak dibantu cakmano, sekarang keluarlah. Tunggu di luar bae.

Reaksi Publik dan Tanggapan Pemerintah Kota

Video ini memicu gelombang reaksi dari warganet yang mengecam sikap oknum lurah tersebut. Tagar “Pak Lurah” sempat menjadi trending di berbagai platform, mencerminkan keprihatinan publik terhadap kualitas pelayanan.

Menanggapi viralnya video, Wali Kota Palembang Ratu Dewa turun tangan. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa pelayanan publik harus dilakukan dengan sabar, santun, dan profesional.

“Pelayanan publik adalah wajah pemerintah di mata masyarakat. Maka setiap aparatur wajib melayani dengan hati, bukan dengan amarah,” tegas Ratu Dewa.

Wali Kota juga mengancam akan memberikan tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran etika atau disiplin dari pejabat terkait.

Momentum Perbaikan Pelayanan Publik

Tokoh masyarakat menilai kejadian ini harus menjadi momentum untuk pembenahan menyeluruh budaya pelayanan. Mereka mendorong agar aparatur di tingkat kelurahan dan kecamatan mendapatkan pelatihan etika komunikasi, empati, dan manajemen pelayanan.

Pelayanan publik bukan sekadar urusan administrasi, tetapi tentang cara memperlakukan warga dengan rasa hormat dan martabat. Insiden di Talang Betutu menjadi pelajaran berharga bahwa satu tindakan kecil dapat berdampak besar pada citra pemerintahan secara keseluruhan.

Kini suasana di Kelurahan Talang Betutu telah tenang, namun jejak digital peristiwa ini tetap menjadi pengingat pentingnya integritas dalam melayani masyarakat.

Sumber artikel asli: Suara.com

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar