Dedi Mulyadi Ngamuk ke Pabrik Aqua: Buang Air Bersih Saat Warga Krisis, Ancam Cabut Izin!

- Kamis, 23 Oktober 2025 | 07:00 WIB
Dedi Mulyadi Ngamuk ke Pabrik Aqua: Buang Air Bersih Saat Warga Krisis, Ancam Cabut Izin!
Dedi Mulyadi Sidak Pabrik Aqua Subang: Temukan Klaim CSR Palsu dan Truk Perusak Jalan

Dedi Mulyadi Sidak Pabrik Aqua Subang: Klaim CSR Dibantah Warga, Truk Raksasa Perusak Jalan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) yang menggemparkan. Kali ini sasarannya adalah pabrik air mineral PT Tirta Investama (Aqua) di Subang. Sidak yang berfokus pada dampak lingkungan, sosial, dan kerusakan infrastruktur ini membongkar borok yang selama ini tersembunyi.

Klaim CSR Aqua Dibantah Mentah-mentah oleh Warga

Ketegangan dalam sidak ini dimulai saat Dedi Mulyadi mempertanyakan program Corporate Social Responsibility (CSR) penyaluran air bersih untuk warga. Seorang pegawai perusahaan dengan percaya diri menjelaskan program Water Access mereka, yang mengklaim air diambil dari sumber sekitar dan dialirkan ke rumah warga.

Namun, klaim manis tersebut langsung dipatahkan oleh kesaksian Ketua RW setempat di hadapan sang gubernur. Dengan tegas, ia menyatakan warganya tidak pernah menerima bantuan air minum dari perusahaan.

“Enggak ada, Pak. Enggak ada. Enggak ada saya sebagai RW-nya saya juga Pak, belum enggak pernah minum dari Aqua, enggak ada,” ungkap Ketua RW dengan nada kecewa.

Pemandangan yang lebih ironis tersaji saat KDM menemukan fakta bahwa air bersih berkualitas tinggi dari pipa pabrik justru dibuang percuma ke sungai. Sebuah ironi yang menusuk, di mana warga harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari, sementara pabrik membuang sumber kehidupan itu begitu saja.

Truk Raksasa Aqua Perusak Jalan dan Eksploitasi Sopir

Masalah lain yang diungkap dalam sidak ini adalah penggunaan armada truk pengangkut air yang menjadi biang keladi kerusakan jalan provinsi yang baru dibangun. Hasil pengecekan di lokasi membuktikan adanya praktik kelebihan muatan yang brutal.

Truk yang seharusnya hanya berkapasitas 5 ton, dipaksa mengangkut beban hingga 13 ton. Kelebihan muatan yang hampir tiga kali lipat ini menjadi penyebab utama kerusakan infrastruktur publik.

Lebih parahnya lagi, para sopir yang menanggung risiko membawa beban berlebih hanya diupah Rp 125.000 hingga Rp 150.000 per hari. KDM menyebut ini sebagai bentuk ketidakadilan dan eksploitasi terhadap sopir.

Ultimatum Keras Dedi Mulyadi ke Aqua

Menyikapi temuan-temuan tersebut, Dedi Mulyadi tidak main-main dan langsung mengeluarkan serangkaian ultimatum tegas kepada manajemen PT Tirta Investama:

  • Pasang Timbangan Permanen: KDM akan memasang jembatan timbang di lokasi pabrik untuk memastikan tidak ada lagi truk yang kelebihan muatan.
  • Wajib Ganti Armada: Perusahaan diultimatum untuk segera mewajibkan seluruh distributornya menggunakan truk kecil (sumbu dua) dan melarang truk raksasa (sumbu tiga atau lebih).
  • Ancaman Pencabutan Izin: Peringatan paling keras dilontarkan KDM. Ia mengancam tidak akan memperpanjang izin pengambilan air perusahaan jika tuntutan penggantian armada tidak dipenuhi.
  • Perintah Salurkan Air: KDM langsung menginstruksikan pihak pabrik untuk berkoordinasi dengan kepala desa agar air bersih yang selama ini dibuang, segera dialirkan ke bak penampungan untuk didistribusikan kepada warga.

Sumber artikel asli: Suara.com - Momen Dedi Mulyadi Ngamuk di Pabrik Aqua

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar