Viral Sumber Air Aqua Ternyata dari Sumur Bor, Bukan Pegunungan
PARADAPOS.COM - Fakta mengejutkan terungkap mengenai sumber air minum kemasan Aqua. Berdasarkan inspeksi mendadak Gubernur Jawa Barat, sumber air Aqua diduga kuat berasal dari sumur bor, bukan dari mata air pegunungan seperti yang selama ini digaungkan dalam iklan. Penemuan ini langsung menjadi sorotan dan membanjiri kolom komentar akun Instagram resmi @sehataqua dengan berbagai cibiran dan hinaan dari warganet.
Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke PT. Tirta Investama di Subang pada Senin (20/10/2025) menjadi titik awal kontroversi ini. Dalam kunjungannya, Dedi mengaku terkejut karena menemukan bahwa air Aqua bersumber dari sumur bor dengan kedalaman 100-130 meter, bukan berasal dari mata air pegunungan yang alami.
Sejak Rabu (22/10/2025), akun Instagram Aqua ramai dikomentari warganet yang merasa dikelabui. Beberapa komentar pedas yang viral antara lain:
- "AIR AQUA SUMUR BOR??? aduh," tulis @andra.novriadi.
- "Sumur bor, kirain gunung asli," tulis @_darul.
- "Selama ini Aqua bilang dari air pegunungan...ternyata dari sumur," tulis @mrrachman77.
- "Kena prank kita cuy," tulis @moneterlydia.
- "Untungnya banyak banget," tulis @ale_manz_ale.
Temuan ini tidak hanya menimbulkan kekecewaan konsumen, tetapi juga memicu kekhawatiran serius akan dampak lingkungan. Dilaporkan bahwa Aqua menyedot air tanah sebanyak 2,8 juta liter setiap harinya secara gratis. Praktik ini berpotensi menyebabkan penurunan muka tanah, longsor, dan bahkan krisis air bersih bagi masyarakat sekitar.
Dedi Mulyadi menyayangkan tindakan perusahaan tersebut. "Itu diperoleh secara gratis. Kalau pabrik semen, kain, otomotif, mereka harus beli bahan baku. Kalau perusahaan ini, bahan bakunya enggak beli," ujarnya. Ia juga menekankan kekhawatirannya, "Jangan sampai air dari sini diangkut dan dijual mahal, sementara masyarakat sekitar kekurangan air bersih."
Sebagai tindak lanjut, Gubernur meminta agar izin pengambilan air tanah dan operasional Aqua di wilayah Subang ditinjau ulang. Setiap perusahaan diingatkan untuk mematuhi perizinan, menjaga kelestarian lingkungan, dan menjalankan tanggung jawab sosial kepada warga setempat.
Sumber artikel asli: inilah.com
Artikel Terkait
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Picu Perdebatan Norma di Media Sosial
Pemuda Tewas Dibunuh di Kamar Penginapan Medan, Jenazah Dibuang ke Sungai
Polisi Usut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, DPR Desak Penanganan sebagai Percobaan Pembunuhan
Menteri Keuangan Buka Opsi Naikkan Batas Defisit APBN di Atas 3 Persen