Refly Harun Sinyalir Prabowo Sulit Lepas dari Cengkeraman Pengaruh Jokowi

- Minggu, 26 Oktober 2025 | 00:25 WIB
Refly Harun Sinyalir Prabowo Sulit Lepas dari Cengkeraman Pengaruh Jokowi

Refly Harun Skeptis Prabowo Bisa Lepas dari Pengaruh Jokowi: "Cuma Omon-omon"?

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyatakan keraguan mendalam terhadap analisis yang menyebut Presiden Prabowo Subianto sedang berupaya melepaskan diri dari bayang-bayang pengaruh Joko Widodo (Jokowi). Refly secara terbuka mempertanyakan keseriusan langkah Prabowo, dengan menyindir apakah tindakannya benar-benar berani atau sekadar 'omon-omon' saja.

Analisis Said Didu dan Kritik Refly Harun

Sikap skeptis ini disampaikan Refly saat menanggapi analisis politisi Said Didu. Said Didu mengibaratkan Prabowo sedang "memakan bubur panas" pengaruh 'Geng Solo' dengan menggunakan lima 'sendok' menteri barunya. Meski mengakui analisis Said Didu menarik, Refly langsung menyoroti sejumlah fakta yang dianggapnya bertolak belakang dengan klaim tersebut.

Bukti Kontradiktif: Pengangkatan Hasan Nasbi dan Keberadaan Geng Solo

Refly Harun mencontohkan penunjukan Hasan Nasbi, yang dikenal sebagai loyalis Jokowi dan baru saja dicopot dari PCO, untuk menduduki posisi Komisaris Pertamina. Hal ini mempertanyakan narasi pemutusan pengaruh.

“Apakah benar klaim Didu ya? Apakah pengangkatan Hasan Nasbi sebagai komisaris Pertamina sudah menggambarkan bahwa SOP sudah mau dihabisin? I don't know exactly ya,” ucap Refly dalam channel YouTube-nya.

Ia juga mengingatkan bahwa banyak figur kunci yang diidentifikasi sebagai bagian 'Geng Solo' masih kokoh berada di lingkaran kekuasaan. “Tetapi Bahlil masih ada di sana ya, Airlangga Hartarto, Raja Juli Antoni masih ada di sana, jadi banyak geng-geng Solo yang sesungguhnya masih ada di kekuasaan,” tegasnya.

Kesimpulan: Prabowo Presiden yang Ragu atau Berani?

Dari berbagai pertimbangan itu, Refly menyimpulkan bahwa publik harus tetap kritis dan tidak mudah percaya dengan narasi 'pembebasan diri' Prabowo. Keraguan inilah yang membawa pada pertanyaan utamanya.

“Apakah sendok menyendok ini memang benar, ataukah sesungguhnya kita harus rela melihat Prabowo Subianto, sesungguhnya presiden yang serba ragu, tidak jelas, yang banyak omon-omon saja,” tutup Refly.

Sumber artikel asli: Suara.com

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar