Mahfud MD Siap Hadir ke KPK: Saya Akan Datang Jelaskan Kasus Mark-Up Whoosh

- Minggu, 26 Oktober 2025 | 10:25 WIB
Mahfud MD Siap Hadir ke KPK: Saya Akan Datang Jelaskan Kasus Mark-Up Whoosh

Mahfud MD Siap Hadir ke KPK untuk Kasus Dugaan Mark Up Kereta Cepat Whoosh

Mahfud MD, mantan Menko Polhukam, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Panggilan ini terkait dengan penyelidikan dugaan penggelembungan anggaran atau mark up dalam proyek strategis kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh.

Sikap kooperatif ini disampaikan Mahfud menanggapi desakan KPK agar ia membuat laporan resmi. Namun, Mahfud dengan tegas menyatakan bahwa ia akan datang jika dipanggil dalam kapasitas sebagai saksi, bukan sebagai pelapor.

"Iya, saya siap dipanggil. Kalau dipanggil, saya akan datang. Kalau saya disuruh lapor, ngapain, buang-buang waktu juga," ujar Mahfud MD saat ditemui di Kompleks Sasana Hinggil Dwi Abad, Yogyakarta, pada Minggu (26/10/2025).

Kritik Mahfud MD terhadap Prosedur KPK

Mahfud menilai KPK tidak berwenang untuk mendesak seseorang membuat laporan. Menurutnya, inisiatif penyelidikan seharusnya berasal dari lembaga antirasuah itu sendiri, terlebih informasi mengenai dugaan korupsi di proyek Whoosh ini sudah menjadi pengetahuan publik.

"Enggak berhak dia (KPK) mendorong. Laporan itu, enggak ada kewajiban orang melapor," tegasnya seperti dikutip dari Antara.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini juga menyindir bahwa KPK sebenarnya telah mengetahui potensi masalah dalam proyek Whoosh jauh sebelum ia menyuarakannya. Posisinya hanyalah sebagai pihak yang menegaskan kembali isu yang telah ramai diperbincangkan.

"Wong yang saya laporkan itu, KPK sudah tahu. Karena sebelum saya ngomong, sudah ramai duluan, kan? Saya cuma ngomong karena sudah ramai saja," ucap Mahfud.

Saran untuk KPK dan Awal Mula Polemik

Alih-alih memintanya melapor, Mahfud menyarankan agar KPK memanggil pihak-pihak yang lebih dulu berbicara dan mengklaim memiliki data valid terkait proyek tersebut. Ia menyebut dirinya hanya sebagai "pencatat" yang menyuarakan kembali kegaduhan yang ada.

Polemik ini berawal dari video di kanal YouTube Mahfud MD Official pada 14 Oktober 2025. Dalam video itu, Mahfud mengungkap dugaan mark up dengan membandingkan biaya pembangunan per kilometer di Indonesia yang mencapai 52 juta dolar AS, jauh lebih mahal dibandingkan di China yang hanya sekitar 17-18 juta dolar AS.

Respons KPK dan Langkah Pemerintah

Menanggapi hal ini, Jubir KPK Budi Prasetyo menyatakan lembaganya terbuka untuk menerima data tambahan dari Mahfud guna dianalisis lebih lanjut.

Sementara itu, terkait rencana pemerintah bernegosiasi dengan China soal utang proyek Whoosh, Mahfud memandangnya sebagai langkah yang tak terelakkan mengingat kondisi keuangan negara.

Sumber: https://www.suara.com/news/2025/10/26/170500/geger-mark-up-whoosh-mahfud-md-siap-dipanggil-kpk-saya-akan-datang

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar