Netanyahu Tegaskan Iran Tak Akan Miliki Senjata Nuklir di Tengah Perundingan AS-Teheran

- Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:50 WIB
Netanyahu Tegaskan Iran Tak Akan Miliki Senjata Nuklir di Tengah Perundingan AS-Teheran
PARADAPOS.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali menegaskan sikap kerasnya terhadap ambisi nuklir Iran. Dalam pernyataan terbarunya, ia bersumpah bahwa di bawah kepemimpinannya, Iran tidak akan pernah diizinkan memiliki senjata nuklir. Pernyataan ini muncul di tengah kabar bahwa Amerika Serikat dan Iran mulai menunjukkan kemajuan dalam perundingan untuk mengakhiri perselisihan mereka. Netanyahu juga mengklaim bahwa Presiden AS, Donald Trump, sepenuhnya sepakat dengan pandangan Israel mengenai ancaman nuklir dari Teheran.

Sikap Iran dan Pengecualian Israel

Di sisi lain, pihak Iran dengan tegas menyatakan bahwa Israel merupakan musuh utama dalam konteks perjanjian damai dengan Amerika Serikat. Akibatnya, rezim Zionis Israel sama sekali tidak dilibatkan dalam meja perundingan damai tersebut. Sikap ini mempertegas jurang pemisah antara kedua negara yang sudah lama berseteru.

Kedaulatan dan Kesiapan Militer Israel

Meskipun ada upaya diplomasi antara Washington dan Teheran, Israel bersikeras untuk mempertahankan kedaulatan penuh dalam menjaga keamanan nasionalnya. Netanyahu menegaskan bahwa Israel harus memiliki kebebasan untuk bertindak secara independen demi mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. “Israel harus memiliki kebebasan untuk bertindak secara independen demi mencegah Iran memperoleh senjata nuklir,” ujarnya. Sebagai langkah konkret, Netanyahu disebut telah menginstruksikan pasukan pertahanan Israel untuk mempersiapkan diri dengan matang. Instruksi ini menjadi sinyal kuat bahwa opsi militer tetap dipertimbangkan oleh Tel Aviv jika jalur diplomasi dianggap gagal membendung ancaman nuklir dari Iran. Dari lapangan, para analis menilai bahwa ketegangan ini bisa memicu eskalasi baru di kawasan Timur Tengah yang sudah rapuh.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar