Biduan Nyanyi Saat Peresmian Masjid di Jateng Viral, MUI: Ini Sudah Kelewatan!

- Senin, 27 Oktober 2025 | 04:00 WIB
Biduan Nyanyi Saat Peresmian Masjid di Jateng Viral, MUI: Ini Sudah Kelewatan!

MUI Prihatin Penampilan Biduan di Peresmian Masjid Temanggung, Sebut Cedera Kesucian

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas penampilan seorang biduan dalam acara peresmian Masjid Darul Falah di Desa Senden Jambon, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Rabu (22/10/2025).

Ketua Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PD PAB) MUI, KH Masyhuril Khamis, menilai tindakan tersebut telah mencederai kesucian tempat ibadah dan dinilai tidak sejalan dengan adab serta nilai-nilai sakral dalam Islam.

“Kita sangat prihatin dan kecewa dengan kejadian ini,” tegas KH Masyhuril Khamis di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Masjid Bukan Tempat Hiburan

Menurut penjelasannya, masjid memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Oleh karena itu, segala bentuk kegiatan yang dilakukan di dalamnya harus mencerminkan akhlak, ketenangan, dan penghormatan terhadap rumah Allah.

“Tidak ada urgensinya mendatangkan biduan dalam peresmian masjid. Ini adalah kegiatan keagamaan yang sakral dan harus dijaga kesuciannya,” ujarnya menegaskan.

MUI Minta Investigasi dan Pengawasan Ketat

Kiai Masyhuril juga meminta masyarakat dan para penyelenggara kegiatan keagamaan agar lebih selektif serta memahami batasan yang jelas antara hiburan dan ibadah.

"Masyarakat harus kritis terhadap hal-hal yang mencampuradukkan antara yang pantas dan tidak pantas, antara hiburan dengan nilai kebenaran,” katanya.

Ia menyampaikan harapan agar peristiwa di Temanggung ini tidak terjadi karena unsur kesengajaan. Namun, jika terbukti dilakukan dengan sengaja, MUI menilainya sebagai tindakan yang tidak menghormati nilai-nilai agama.

“Persoalan akhlak dan adab terhadap tempat ibadah menjadi perhatian kita. Semoga bukan unsur kesengajaan, sebab bila disengaja tentu akan menambah persoalan baru,” tegasnya.

Lebih lanjut, MUI akan mempertimbangkan untuk melakukan investigasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengungkap kronologi kejadian secara lebih mendalam.

“Saatnya MUI melakukan investigasi dan berkoordinasi untuk mengungkap kejadian ini,” imbuh Ketua Umum PB Al-Jam’iyatul Washliyah tersebut.

MUI menegaskan kembali bahwa masjid merupakan pusat ibadah dan pembinaan umat, bukan tempat untuk hiburan atau pertunjukan yang berpotensi mengaburkan nilai-nilai spiritual.

Sumber: https://www.inilah.com/viral-biduan-nyanyi-saat-peresmian-masjid-di-jateng-mui-ini-sudah-kelewatan

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar