Gagasan Kreatif untuk IKN: Dari Ibu Kota Menjadi Destinasi Wisata dan Konser Kelas Dunia
Analis komunikasi politik Hendri Satrio, atau yang dikenal sebagai Hensat, mengemukakan sebuah gagasan inovatif mengenai masa depan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Gagasan ini muncul sebagai solusi alternatif jika proyek pemindahan ibu kota dinilai tidak dapat dilanjutkan.
Mengubah IKN Menjadi Pusat Seni dan Hiburan
Hensat mengusulkan agar kawasan IKN dialihfungsikan menjadi destinasi wisata unggulan dan pusat kegiatan seni berskala nasional maupun internasional. Ia memberikan contoh konkret seperti kompleks Candi Prambanan di Yogyakarta, yang terkenal dengan acara-acara bergengsi seperti Prambanan Jazz.
"Menurut saya, IKN bisa dibikin seperti tempat konser, mirip dengan yang ada di Prambanan," ujar Hensat melalui kanal YouTube-nya. Konsep ini dinilai mampu menghidupkan perekonomian lokal tanpa harus membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk melanjutkan megaproyek yang membutuhkan dana besar.
Infrastruktur yang Sudah Tersedia Menjadi Modal Awal
Salah satu poin penting yang ditekankan Hensat adalah ketersediaan infrastruktur pendukung. Kawasan IKN telah memiliki bandara dan akses transportasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung industri pariwisata dan hiburan.
"Bandaranya sudah ada. Jika ada kendala, tinggal ditingkatkan. Dengan adanya konser internasional di sana, bukan hanya di Jakarta, maka distribusi kegiatan ekonomi menjadi lebih merata. Hotel-hotel yang sudah dibangun pun akan memiliki tingkat okupansi yang lebih baik," jelasnya.
Menciptakan Ekosistem Ekonomi Baru
Hensat meyakini bahwa dengan pengelolaan yang kreatif, kawasan IKN dapat bertransformasi menjadi ekosistem ekonomi baru yang berbasis pada industri hiburan dan pariwisata. Ia memperkirakan, bahkan dengan frekuensi acara yang tidak terlalu padat, dampak ekonominya sudah akan terasa.
"Ritel di sana bisa berkembang. Misalnya, dalam sebulan hanya ada tiga kali acara besar saja, itu sudah cukup untuk menghidupkan sektor perhotelan dan usaha lokal," tambah Founder Lembaga Survei Kedai Kopi tersebut.
Peran Artis dan Influencer dalam Mendorong Gagasan
Hensat juga menyoroti tanggung jawab para public figure yang sebelumnya terlibat dalam mempromosikan IKN. Ia menyerukan agar artis, selebriti, dan influencer yang pernah mendukung proyek ini turut berkontribusi dalam fase baru ini.
"Mereka yang dulu ke IKN, saya ajak untuk membuat konser di sana. Mereka juga perlu bertanggung jawab atas endorsement yang pernah mereka berikan," tegas Hensat.
Seruan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Di akhir pernyataannya, Hensat mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk secara serius mempertimbangkan wacana transformasi IKN ini.
"Kementerian Pariwisata harus mengusulkannya. Jika IKN memang sudah tidak akan dilanjutkan, ubah saja menjadi pusat wisata dan konser internasional," pungkasnya.
Artikel Terkait
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Picu Perdebatan Norma di Media Sosial
Pemuda Tewas Dibunuh di Kamar Penginapan Medan, Jenazah Dibuang ke Sungai
Polisi Usut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, DPR Desak Penanganan sebagai Percobaan Pembunuhan
Menteri Keuangan Buka Opsi Naikkan Batas Defisit APBN di Atas 3 Persen