"Tema 'Al-Qur'an: Cahaya Abadi, Panduan Peradaban Umat' menggambarkan peran sentral Al-Qur'an sebagai pelita kehidupan yang menuntun manusia menuju kebahagiaan hakiki," jelas Dr. Otong.
Prof. Dr. Hossein Mottaghi, Direktur Yayasan Hikmat Al Mustafa, menekankan bahwa olimpiade ini menjadi ajang penting untuk mengidentifikasi potensi generasi muda dalam pengembangan nilai-nilai Al-Qur'an di masyarakat modern.
Pandangan Para Tokoh Tentang Al-Qur'an
KH. Said Aqil Siradj menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah sumber peradaban dan kebudayaan Islam. "Al-Qur'an merupakan mukjizat abadi yang selalu menampilkan keunikan dan kebaruan dari masa ke masa," ujarnya.
Sementara Prof. Dr. Ali Abbasi menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah poros pemersatu umat Islam dan menolak klaim tentang perbedaan teks Al-Qur'an antar mazhab.
Puncak Acara dan Para Pemenang
Sebagai puncak acara, dilaksanakan launching beberapa buku terjemahan karya Ayatullah Ali Khamenei dan pengumuman pemenang Olimpiade Nasional Al-Qur'an. Para pemenang berasal dari berbagai lembaga ternama termasuk UIN Syarif Hidayatullah, PTIQ Jakarta, UNIDA Gontor, dan lembaga pendidikan lainnya.
Dengan total 487 peserta dari 85 lembaga, acara ini menjadi salah satu kegiatan Qur'ani terbesar yang pernah diselenggarakan oleh STAI Sadra Jakarta.
Artikel Terkait
Teman Kuliah Jokowi di UGM Bantah Ijazah Palsu: Mengada-ada dan Penggiringan Opini
Tukang Es Gabus Viral Bohongi Dedi Mulyadi Soal Rumah, Ini Fakta yang Terungkap
Ayah Biologis Ressa Rizky Rosano: Fakta, Spekulasi Adjie Pangestu & Teuku Ryan
Bappenas: Program Makan Bergizi (MBG) Lebih Mendesak Daripada Buka Lapangan Kerja, Ini Alasannya