Hotman Paris Kritik Pedas Kasus Penjual Es Gabus: "Habis Digebukin, Lalu Dipeluk?"
Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang kakek penjual es gabus oleh oknum aparat terus menjadi sorotan. Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea pun memberikan tanggapan keras melalui media sosialnya.
Hotman Paris Kecewa dengan Respons Polisi Pasca-Viral
Hotman Paris menyoroti aksi aparat yang datang memeluk korban setelah video penganiayaan viral. Ia menilai tindakan itu hanya pencitraan untuk meredam kemarahan publik.
"Kelihatannya indah ya dipeluk-peluk, seolah-olah damai. Tapi pelukan apa itu?" ujar Hotman Paris dalam pernyataannya.
Hotman menegaskan bahwa gestur simbolis seperti pelukan tidak boleh menghapus tindak kekerasan yang sudah terjadi. Ia mempertanyakan, "Masak habis digebukin, tiba-tiba datang memeluk-meluk, lalu dianggap selesai?"
Ia juga mengkhawatirkan kondisi ekonomi korban yang rentan, sehingga bisa menerima perdamaian tanpa kejelasan hukum. Menurutnya, hal ini justru berpotensi mengulangi kekerasan serupa di masa depan.
Artikel Terkait
Fakta Baru Kasus Suderajat: Penganiayaan Preman Sebelum Tuduhan Es Spons Terungkap
Oknum Polisi dan TNI Tuduh Penjual Es Gabus Pakai Spons, Hasil Lab Buktikan Aman
Proyek Lumbung Pangan 2025 Disorot: Anggaran Dipakai Sejak 2024, Ini Potensi Kerugian Negara
Motor Pemberian Kapolres ke Penjual Es Kue Viral Dipakai Anak untuk Ojol, Dedi Mulyadi Syok