Survei: 81% Orang Tua Prediksi Interaksi Keluarga Berubah Drastis dalam 10 Tahun

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 15:00 WIB
Survei: 81% Orang Tua Prediksi Interaksi Keluarga Berubah Drastis dalam 10 Tahun

PARADAPOS.COM - Dinamika keluarga di Indonesia dan dunia diprediksi akan mengalami transformasi mendalam dalam sepuluh tahun ke depan, didorong oleh adopsi teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang masif. Survei global terbaru mengungkap bahwa mayoritas orang tua, yakni 81%, meyakini interaksi dalam rumah tangga akan berubah secara fundamental. Perubahan ini tidak hanya menyentuh hiburan, tetapi juga ritual harian hingga konsep kebersamaan itu sendiri, sekaligus membawa tantangan keamanan siber yang perlu diwaspadai.

Imajinasi Digital dalam Kehidupan Keluarga

Gambaran tentang masa depan keluarga kini diwarnai oleh teknologi. Hampir separuh responden global membayangkan dongeng pengantar tidur akan dibacakan oleh AI. Di Indonesia, angka ini bahkan lebih tinggi, dengan 58% keluarga memprediksi hal serupa. Tidak hanya itu, sekitar sepertiga orang tua di Tanah Air memperkirakan anak-anak mereka akan lebih memilih hewan peliharaan digital dibandingkan yang nyata.

Ruang bersama keluarga juga berpotensi bergeser. Hampir setengah responden Indonesia (49%) memandang perayaan lewat panggilan video akan menjadi hal yang biasa. Lebih futuristik lagi, seperempat responden global membayangkan liburan keluarga dapat dilakukan sepenuhnya dalam dunia realitas virtual.

Kehadiran AI dan Robot sebagai Anggota Keluarga

Peran teknologi di rumah diperkirakan akan semakin intim. Sebanyak 43% responden memprediksi kehadiran pendamping atau asisten AI yang tidak hanya membantu pekerjaan rumah, tetapi juga mampu membimbing, bermain, dan menemani anggota keluarga. Robot rumah tangga perlahan-lahan tidak lagi dipandang sebagai sekadar alat, melainkan sebagai entitas yang terintegrasi dalam keseharian.

Namun, di balik potensi kemudahan dan bentuk kebersamaan baru ini, para ahli mengingatkan adanya kompleksitas tantangan yang mengikutinya.

Mewaspadai Vektor Risiko di Rumah Pintar

Setiap penambahan perangkat terhubung—mulai dari headset VR, robot interaktif, hingga speaker pintar—secara tidak langsung menambah titik rawan bagi keamanan digital keluarga. Setiap perangkat tersebut berpotensi menjadi celah bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyusup ke dalam jaringan rumah.

Menyikapi hal ini, para peneliti keamanan siber menekankan pentingnya pendekatan proaktif dari orang tua untuk melindungi ruang digital keluarga mereka.

Langkah-Langkah Penting Mengamankan Lingkungan Digital Keluarga

Kewaspadaan dan edukasi menjadi kunci utama. Orang tua disarankan untuk secara cermat memilih layanan AI dengan kebijakan privasi yang transparan dan kuat, terutama yang melibatkan interaksi dengan anak.

“Interaksi AI harus diperlakukan sebagai taman bermain digital baru,” jelasnya. Dalam hal ini, penggunaan fitur kontrol orang tua untuk membatasi durasi dan memilih konten yang sesuai usia menjadi sangat krusial.

Selain itu, dialog terbuka dengan anak tentang batasan teknologi juga perlu dibangun. “Penting untuk menjelaskan kepada anak-anak bahwa AI adalah alat, bukan teman,” ungkapnya, sambil mendorong anak untuk melaporkan interaksi yang membuat mereka tidak nyaman.

Dari sisi teknis, langkah-langkah dasar seperti mengubah kata sandi default perangkat, memperbarui firmware secara rutin, dan memisahkan jaringan untuk perangkat IoT dapat meningkatkan perlindungan signifikan. Memantau jaringan rumah secara berkala juga direkomendasikan untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan lebih dini.

Mencari Keseimbangan di Era Digital

Pada akhirnya, pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa teknologi yang berkembang pesat ini bukanlah kekuatan yang memecah belah, melainkan alat yang mendefinisikan ulang makna kebersamaan. Masa depan keluarga terletak pada kemampuan menemukan titik temu yang sehat antara pengalaman digital dan fisik. Dalam proses adaptasi ini, keamanan siber harus menjadi fondasi yang kokoh, memastikan ruang digital keluarga tetap menjadi tempat yang aman untuk tumbuh dan terhubung.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar