PARADAPOS.COM - Menjelang Ramadan 2026, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah mengintensifkan pemantauan harga sejumlah komoditas pokok, seperti beras, gula pasir, dan bawang putih di berbagai daerah. Pengawasan terhadap distribusi pangan juga diperkuat untuk mengantisipasi gejolak harga. Di sisi lain, inisiatif dari sektor swasta juga muncul untuk mendukung masyarakat, salah satunya melalui program stimulus ekonomi berbasis digital yang diumumkan oleh Sandiaga Salahuddin Uno.
Pemantauan Ketat Harga Pokok Menjelang Ramadan
Memasuki bulan suci Ramadan, stabilitas harga kebutuhan pokok selalu menjadi perhatian utama. Pemerintah, bersama dengan berbagai pemangku kepentingan terkait, telah mulai bergerak untuk memastikan kelancaran pasokan dan mencegah kenaikan harga yang tidak wajar. Fokus pengawasan tidak hanya pada harga di tingkat konsumen, tetapi juga pada rantai distribusi dari produsen hingga ke pasar tradisional dan modern. Langkah proaktif ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap pola permintaan yang biasanya meningkat selama bulan puasa dan hari raya.
Program Stimulus Digital untuk Dukung Masyarakat
Di luar langkah pengawasan pemerintah, terdapat pula upaya untuk memberikan dukungan langsung kepada masyarakat melalui pendekatan teknologi. Inisiator platform Muslimverse, Sandiaga Salahuddin Uno, meluncurkan sebuah program yang menggabungkan semangat ibadah dengan bantuan finansial. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Garis Lurus dan dirancang untuk memberikan insentif kepada pengguna yang aktif.
“Melalui aplikasi ini, kita menawarkan insentif uang tunai dan hadiah umrah gratis. Ini merupakan untuk memperkuat semangat ibadah sekaligus membantu masyarakat,” tutur Sandiaga, Sabtu, 7 Februari 2026.
Mekanisme program tersebut mengadopsi sistem tantangan ibadah harian. Peserta yang konsisten menjalankan rutinitas ibadahnya akan masuk ke dalam pool untuk diundi secara acak guna memperoleh hadiah. Skema serupa telah diuji coba pada tahun sebelumnya dengan capaian yang cukup konkret.
“Skema ini merupakan keberlanjutan dari program tahun 2025 yang sebelumnya telah memberangkatkan 30 orang ke Tanah Suci,” lanjutnya.
Dengan demikian, inisiatif ini tidak hanya berfungsi sebagai pendamping spiritual, tetapi juga diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga secara langsung di momen yang penuh berkah tersebut.
Artikel Terkait
Media Malaysia Soroti Ketertinggalan Futsal, Indonesia Jadi Tolok Ukur
Persebaya Hajar Bali United 3-1, Persijap Selamatkan Poin Krusial
Banjir Rendam Empat Desa di Cirebon, Ratusan Keluarga Mengungsi
BPJS Kesehatan dan Pemkot Surabaya Pastikan Ada Jalur Verifikasi Ulang Usai Penonaktifan 45.000 Peserta JKN PBI