Proyeksi Ekonomi Bali 2025: Pertumbuhan Tertinggi 7 Tahun, Kemiskinan Terendah Nasional

- Senin, 09 Februari 2026 | 04:25 WIB
Proyeksi Ekonomi Bali 2025: Pertumbuhan Tertinggi 7 Tahun, Kemiskinan Terendah Nasional

PARADAPOS.COM - Perekonomian Bali diproyeksikan mengalami pertumbuhan kumulatif sebesar 5,82 persen pada tahun 2025, atau naik 0,34 poin dari capaian tahun 2024. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan bahwa angka ini merupakan yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan menempatkan Bali di peringkat kelima nasional. Proyeksi optimistis ini disertai dengan perbaikan di sejumlah indikator kesejahteraan lainnya, mulai dari pendapatan per kapita, kesenjangan, hingga tingkat kemiskinan dan pengangguran.

Peningkatan Ekonomi dan Kesejahteraan

Gubernur Koster memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang solid tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pendapatan per kapita diperkirakan akan naik menjadi Rp72,66 juta pada 2025, meningkat sekitar Rp5,34 juta dari tahun sebelumnya.

"Pada 2025 pendapatan per kapita mencapai Rp72,66 juta, meningkat sebesar Rp5,34 juta dibanding tahun 2024 yang sebesar Rp67,32 juta," ungkapnya dalam keterangan pers, Senin (9/2/2026).

Tak hanya itu, distribusi pendapatan juga menunjukkan tren yang membaik. Indeks Gini Rasio, yang mengukur ketimpangan, diproyeksikan turun dari 0,348 pada 2024 menjadi 0,333 di tahun depan. Angka ini mengindikasikan bahwa pemerataan pendapatan di Pulau Dewata semakin baik.

Kemiskinan dan Pengangguran Terendah Nasional

Dampak positif dari pertumbuhan ekonomi tampak jelas pada angka kemiskinan dan pengangguran. Tingkat kemiskinan Bali pada 2025 diproyeksikan turun menjadi 3,42 persen, sekaligus menjadi yang terendah di seluruh Indonesia. Sektor ketenagakerjaan juga menunjukkan kinerja gemilang dengan tingkat pengangguran terbuka yang sangat rendah.

"Tingkat pengangguran di Bali tahun 2025 adalah sebesar 1,45%, menurun sebesar 0,34%, dibanding tahun 2024 sebesar 1,79%. Tingkat pengangguran di Bali terendah secara nasional," tegas Koster.

Indikator Pembangunan Manusia yang Menguat

Kualitas hidup masyarakat Bali secara keseluruhan juga terus terdongkrak, tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM Bali pada 2025 diproyeksikan mencapai 79,37, naik dari 78,63 di tahun sebelumnya, yang sekaligus menempatkannya di peringkat lima besar nasional. Salah satu komponen pentingnya, yaitu Usia Harapan Hidup (UHH), juga diperkirakan meningkat menjadi 75,46 tahun.

Gubernur Koster mengaitkan seluruh capaian ini dengan konsistensi pelaksanaan rencana pembangunan. Ia menjelaskan bahwa kemajuan di berbagai sektor tersebut merupakan buah dari implementasi enam bidang prioritas yang telah ditetapkan. Bidang-bidang itu mencakup pelestarian adat dan budaya, peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, transformasi ekonomi berbasis kearifan lokal (Ekonomi Kerthi Bali), penguatan infrastruktur, keberlanjutan lingkungan, serta percepatan transformasi digital dan keamanan.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar