PARADAPOS.COM - Motivator dan penulis Merry Riana secara resmi bergabung dengan Partai Demokrat setelah menerima Kartu Tanda Anggota (KTA). Peristiwa yang berlangsung di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (9/2/2026) ini menandai langkah baru perempuan yang dikenal luas melalui kisah inspiratifnya ke dalam kancah politik nasional. Dalam sambutannya, Merry mengaku merasa deg-degan sekaligus bersyukur dengan keputusan ini.
Perasaan Hari Pertama di Dunia Baru
Merry Riana menggambarkan momen penerimaan KTA-nya dengan perasaan yang sangat personal dan mendalam. Baginya, ini seperti memulai lembaran hidup yang sama sekali baru.
"Tadi siang sesungguhnya di kantor kerja Ketum, saya sempat sharing. Saya bilang, 'Wah, hari ini saya deg-degan banget, karena seperti memulai lembaran baru, hidup baru, seperti hari pernikahan'," tuturnya di hadapan para kader.
Dia meyakini bahwa pilihan yang diambilnya hari ini akan membawa perubahan besar tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi keluarganya. Meski diwarnai kecemasan, nada syukur tetap terdengar kuat dalam pernyataannya.
"Rasanya seperti itu. Memulai hidup baru, memakai seragam yang baru, karena saya tahu ini adalah satu keputusan hari ini akan mengubah hidup saya dan Alva (suami) selamanya. Itu yang saya yakini," jelas dia.
Jejak Pertemuan dengan AHY dan Kekaguman Pribadi
Jalan Merry Riana menuju Partai Demokrat ternyata telah dirintis sejak lama, berawal dari pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Keduanya pertama kali bertemu pada 2012 saat sama-sama menempuh pendidikan di Nanyang Technological University (NTU), Singapura.
"Saya ingat banget karena pada saat itu pertemuan yang sangat sederhana tapi sangat nyambung banget, karena pada saat itu kami sama-sama dari NTU. Saya kebetulan S-1 di NTU, Pak Ketum adalah S-2 di NTU," ujar Merry sambil menunjukkan foto bareng mereka.
Namun, momen yang benar-benar membekas dan menumbuhkan kekaguman Merry terhadap AHY justru terjadi di luar kampus. Merry menyoroti sikap AHY saat mengakui kekalahan dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, yang dinilainya sebagai sikap kesatria yang langka di dunia politik.
"Bukan pidato kemenangan, tapi pidato yang jujur, yang jarang sekali kita dengar. Pidato dari seorang kesatria. Dan kesatria itu bernama Mas AHY. Pidato kesatria yang menerima kekalahan dalam Pilgub Jakarta 2017," katanya.
"Jujur, yang membuat saya tertegun dan itu ingat sekali pada hari itu karena bukan hanya kata-katanya, tapi bagaimana sikap beliau. Sungguh-sungguh sikap. Karena pada saat itu ada begitu banyak orang dengan mudahnya selalu menarasikan pembenaran. 'Saya menang, dia curang, dia yang kalah,' dan seterusnya dan seterusnya," imbuhnya.
Alasan Memilih Demokrat: Ruang untuk Berkarya
Berdasarkan pengalaman personal itulah, Merry akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Partai Demokrat. Alasan utamanya adalah karena partai tersebut dinilainya mampu memberikan ruang dialog dan proses belajar yang nyaman, terlepas dari latar belakangnya.
Merry merasa didengarkan dan diberi kesempatan untuk berkontribusi tanpa paksaan. Hal ini penting baginya, mengingat posisinya yang kerap dianggap sebagai pihak dari luar lingkaran politik biasa.
"Karena Partai Demokrat itu sungguh-sungguh memberikan ruang untuk saya berproses. Tidak memaksa, tidak memberikan tekanan, ruang untuk saya didengarkan. Seperti yang saya bilang kan, walaupun saya sebenarnya triple minority gitu, tapi tetap saya bisa belajar, saya bisa melihat, saya bisa memberikan masukan dan itu didengar," tegasnya.
Dengan bergabungnya Merry Riana, Partai Demokrat tidak hanya mendapatkan seorang figur publik yang populer, tetapi juga seorang anggota baru yang membawa perspektif segar dari luar tradisi politik konvensional. Langkah ini tentu akan menjadi perhatian banyak pihak untuk melihat bagaimana kontribusi nyata Merry di ranah politik yang baru baginya.
Artikel Terkait
Perempuan Tewas Tabrak Tiang Listrik Usai Diduga Dijambret di Badung
KPK Tangkap Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Kenaikan Tunjangan Hakim Dipertanyakan
Kebakaran Gudang Kimia Tangerang Selatan Rugikan Rp2 Miliar, Tak Ada Korban Jiwa
Transcend Luncurkan Card Reader dan Kartu microSD Express Berkecepatan SSD