KKP Gelar Bimtek Pengelolaan Rantai Dingin untuk Dongkrak Daya Saing Produk Perikanan

- Selasa, 10 Februari 2026 | 03:25 WIB
KKP Gelar Bimtek Pengelolaan Rantai Dingin untuk Dongkrak Daya Saing Produk Perikanan

PARADAPOS.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar bimbingan teknis untuk memperkuat pengelolaan sistem rantai dingin di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Langkah ini bertujuan memastikan fasilitas seperti pabrik es dan cold storage yang telah disediakan dapat dikelola secara profesional, efisien, dan berkelanjutan oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), guna meningkatkan daya saing produk perikanan dan kesejahteraan nelayan.

Infrastruktur Rantai Dingin untuk Nilai Tambah dan Kesejahteraan

Keberadaan infrastruktur rantai dingin dianggap sebagai tulang punggung dalam mewujudkan visi ekonomi biru dan ketahanan pangan. Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, menegaskan komitmen KKP tidak hanya pada penyediaan sarana, tetapi juga pada penjagaan mutu produk di setiap tahapan, mulai dari produksi hingga sampai ke konsumen.

Machmud menjelaskan, KKP telah memfasilitasi penyediaan sarana prasarana terintegrasi, termasuk cold storage portabel, pabrik es, dan kendaraan berpendingin.

"Pengelolaan pascapanen yang berfokus mutu dan kualitas selama proses produksi-pemasaran, menjadikan produk perikanan memiliki daya saing dan nilai tambah tinggi," jelasnya melalui keterangan tertulis, Selasa (10 Februari 2026).

Dia berharap, dengan pengelolaan yang baik, fasilitas tersebut tidak sekadar menjadi aset fisik, melainkan instrumen strategis yang menciptakan nilai ekonomi lebih tinggi bagi komunitas nelayan.

Bimtek sebagai Fondasi Pengelolaan yang Berkelanjutan

Menyadari bahwa keberhasilan sistem sangat bergantung pada kapasitas pengelolanya, KKP menjadikan bimbingan teknis ini sebagai ujung tombak. Kegiatan ini diikuti oleh 350 peserta, terdiri dari pengurus koperasi hingga kepala dinas daerah dari 65 lokasi yang telah menerima bantuan sarana rantai dingin.

Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen PDSPKP, Catur Sarwanto, menyatakan Bimtek ini merupakan bagian dari percepatan program.

"Bimtek ini merupakan pembekalan kepada para pengurus koperasi yang akan mengelola sarana dan prasarana sistem rantai dingin di KNMP," tuturnya.

Pendampingan di lapangan ke depannya juga akan melibatkan Kementerian Koperasi untuk memastikan keberlanjutan program.

Kisah Sukses dari Lapangan: Integritas sebagai Kunci

Pengalaman langsung dari pengelola koperasi yang hadir memberikan warna praktis pada pelatihan ini. Sugito dari KSU Mina Barokah Juwana, Pati, membagikan lima kunci sukses mengelola kendaraan berpendingin, mulai dari kejelasan pasokan ikan, perhitungan biaya distribusi yang presisi, hingga pemilihan tenaga kerja.

"Pengelola yang berintegritas dan pengemudi yang jujur, usahanya jadi lancar," katanya menekankan.

Pendapat senada disampaikan oleh Wading, pengelola Koperasi Mina Muara Sejahtera. Ia menegaskan bahwa kesamaan visi dan integritas pengurus adalah fondasi utama.

"Ini faktor keberhasilan usaha yang dikelola koperasi," ujarnya.

Kesaksian ini menggarisbawahi bahwa di balik teknologi dan infrastruktur, faktor sumber daya manusia yang andal dan amanah tetap menjadi penentu utama.

Transformasi Menuju Kampung Nelayan Modern

Program KNMP sendiri merupakan terobosan pemerintah untuk mentransformasi kampung nelayan tradisional menjadi kawasan yang modern dan produktif. Pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur pendukung kegiatan perikanan, seperti dermaga dan bengkel kapal, tetapi juga pada fasilitas sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, membentuk ekosistem perikanan yang lengkap dan berkelanjutan.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar