MPR Tegaskan Komitmen Pemerintah Percepat Pemulihan Aceh Pascabencana

- Rabu, 11 Februari 2026 | 01:50 WIB
MPR Tegaskan Komitmen Pemerintah Percepat Pemulihan Aceh Pascabencana

PARADAPOS.COM - Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk mempercepat pemulihan Aceh pascabencana besar yang melanda wilayah itu bersama Sumatera Utara dan Sumatera Barat akhir November 2025. Kunjungan kerja dan penyerahan bantuan ke provinsi tersebut bukan sekadar kunjungan formal, melainkan wujud solidaritas kebangsaan untuk membangun kembali Aceh sebagai pilar penting Indonesia.

Solidaritas di Tengah Ujian

Dalam pertemuan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Aceh di Banda Aceh, Selasa (10/2), Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan bahwa penderitaan Aceh dirasakan sebagai kepedihan bersama seluruh bangsa. Pernyataan ini disampaikan usai penyerahan bantuan kemanusiaan untuk delapan kabupaten yang terdampak parah.

“Apa yang terjadi di Aceh adalah peristiwa yang juga melukai hati kami semua. Aceh adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Muzani.

“Sakit Aceh adalah sakit kita bersama, dan bencana Aceh adalah bencana kita semua,” imbuhnya.

Menjawab ‘Tsunami Kedua’ dengan Langkah Konkret

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi intensif dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Dalam pertemuan itu, Gubernur menggambarkan kompleksnya tantangan pascabencana sebagai ‘tsunami kedua’, merujuk pada dampak sosial, ekonomi, dan infrastruktur yang sangat luas. Salah satu usulan strategis yang mengemuka adalah pembentukan badan rehabilitasi dan rekonstruksi khusus, mirip dengan yang dibentuk pascatsunami 2004, untuk memastikan koordinasi dan percepatan pemulihan yang lebih terpadu.

Seluruh aspirasi dan kondisi lapangan dari Pemprov Aceh, tutur Muzani, telah disampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan mendapat respons yang positif. Komitmen untuk mengawal proses ini di tingkat legislatif pun telah dipastikan.

“Komitmen DPR RI dan pemerintah pusat sudah sangat jelas. Kami akan terus mengawalnya melalui fraksi dan komisi terkait, sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” ujar Muzani.

Kemajuan di Lapangan dan Prioritas Kemanusiaan

Dalam pertemuan itu, pimpinan MPR juga menerima paparan dari Wakil Gubernur Aceh serta laporan perkembangan dari Kepala Satgas Penanganan Bencana. Muzani menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua pihak, dari TNI-Polri, BNPB, hingga jajaran pemerintah daerah. Ia mencatat kemajuan signifikan, seperti pemulihan jaringan listrik yang hampir mencapai 99% dan perbaikan akses jalan serta jembatan yang terputus.

Di tengah upaya pemulihan besar-besaran, ada perhatian khusus pada tradisi dan kebutuhan mendasar masyarakat. Menjelang Ramadan, Pemprov Aceh memprioritaskan pemenuhan kebutuhan untuk tradisi Meugang, sebuah ritual kuliner penting yang telah mengakar ratusan tahun. MPR mendukung prioritas ini, memastikan sukacita menyambut bulan suci tetap bisa dirasakan meski dalam keterbatasan.

“Kami berdiskusi mengenai prioritas bantuan… Dengan keterbatasan yang ada, Pemerintah Provinsi Aceh memutuskan untuk memprioritaskan pelaksanaan Meugang terlebih dahulu,” tutur Muzani.

Bukan Hanya Seremonial

Kunjungan yang diakhiri dengan pertemuan bersama para ulama di Aceh Besar ini diisi dengan penyerahan bantuan konkret. Sebanyak 15.000 paket sembako dan 15.000 paket perlengkapan ibadah disalurkan untuk warga di delapan kabupaten terdampak. Langkah ini melengkapi pembahasan isu-isu strategis jangka panjang, seperti kelancaran pasokan BBM untuk alat berat, pemulihan sektor peternakan, dan keberlanjutan jaminan kesehatan bagi ratusan ribu warga.

Kehadiran pimpinan MPR, yang disambut tarian tradisional Ranup Lampuan di bandara, dimaknai sebagai langkah kaki persaudaraan. Di balik agenda resmi, tersirat pesan bahwa meski bencana melukai, semangat untuk bangkit dan dukungan dari seluruh negeri akan terus menyala, menjaga nyala harapan masyarakat Aceh agar tak padam ditelan duka.

“Kami ingin memastikan masyarakat Aceh tidak merasa sendirian. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota akan terus bergandengan tangan,” kata Muzani.

“Kami optimistis Aceh akan bangkit dan menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar