Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Lima Konglomerat Bahas Strategi Ekonomi

- Rabu, 11 Februari 2026 | 02:50 WIB
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Lima Konglomerat Bahas Strategi Ekonomi

PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup yang panjang dengan lima konglomerat terkemuka Indonesia di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (10/2/2026) malam. Pertemuan yang berlangsung intensif selama lebih dari empat setengah jam itu membahas arah kebijakan ekonomi, iklim investasi, serta strategi kolaborasi antara pemerintah dan swasta untuk mendorong pembangunan nasional.

Pertemuan Intensif dengan Para Pemimpin Bisnis

Lima nama besar dunia usaha yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Prajogo Pangestu dari Barito Pacific Group, Anthony Salim dari Salim Group, Franky Widjaja dari Sinar Mas Group, Boy Thohir dari Adaro Energy, dan Sugianto Kusuma dari Agung Sedayu Group. Pertemuan ini digelar atas inisiatif para pengusaha yang ingin menyampaikan pandangan serta masukan langsung kepada Presiden terkait kondisi ekonomi dan prospek usaha ke depan.

Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, diskusi berlangsung sangat mendalam, dimulai pukul 19.00 dan berakhir sekitar pukul 23.30 WIB. Suasana di lokasi pertemuan yang terpencil di kawasan Bogor itu memungkinkan percakapan fokus dan terbuka, jauh dari hiruk-pikuk ibu kota.

"Pertemuan tersebut berlangsung lebih dari 4,5 jam, dimulai sejak pukul 19.00 hingga sekitar 23.30 WIB," jelas Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Semangat Kolaborasi "Indonesia Incorporated"

Dari pihak pemerintah, Presiden Prabowo secara aktif menyerap berbagai masukan mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi pelaku usaha. Dalam responsnya, Prabowo menegaskan prinsip kolaborasi yang erat antara pemerintah dan dunia bisnis, sebuah pendekatan yang sering disebut sebagai "Indonesia Incorporated".

Konsep ini dianggap krusial untuk memperkuat daya saing bangsa di kancah global dan mempercepat laju pembangunan ekonomi secara inklusif. Presiden melihat sinergi ini bukan sekadar kemitraan biasa, melainkan sebuah keharusan strategis.

“Di momen itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated, yang berarti bahwa kolaborasi erat seluruh sektor, yakni antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat daya saing nasional serta mempercepat pembangunan ekonomi,” ungkap Seskab.

Komitmen Konglomerat pada Sektor Strategis

Para konglomerat yang hadir merespons positif ajakan tersebut. Mereka menyatakan kesamaan pandangan dan komitmen yang kuat untuk mendukung agenda-agenda prioritas pemerintahan. Dukungan itu diwujudkan melalui keterlibatan aktif di sektor-sektor yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat dan ketahanan nasional.

“Para pengusaha yang hadir senada seirama menyatakan komitmen solidnya untuk mendukung visi misi Pemerintah dalam sektor paling strategis yaitu pemenuhan makan bergizi, sekolah dan pendidikan tinggi, kesehatan, rumah subsidi, koperasi dan kampung nelayan serta kedaulatan pangan dan energi,” kata Teddy.

Fokus pada Penciptaan Lapangan Kerja dan UMKM

Lebih jauh, Presiden juga mengajak kalangan usaha untuk berperan aktif dalam upaya penciptaan lapangan kerja, khususnya di sektor riil. Ajakan ini sejalan dengan kebutuhan mendesak untuk mendorong pengembangan industri padat karya serta penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian.

"Khususnya di sektor riil, guna mendorong pengembangan industri serta penguatan UMKM,” pungkasnya.

Pertemuan di Hambalang ini menandai sebuah dialog strategis di awal periode pemerintahan, yang mengisyaratkan pendekatan pragmatis dengan melibatkan pemain kunci dari dalam negeri untuk menggerakkan roda perekonomian.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar