Danantara Siapkan Restrukturisasi Besar-Besaran, Jumlah BUMN Dikonsolidasi Jadi Sekitar 300 Perusahaan

- Rabu, 11 Februari 2026 | 04:50 WIB
Danantara Siapkan Restrukturisasi Besar-Besaran, Jumlah BUMN Dikonsolidasi Jadi Sekitar 300 Perusahaan

PARADAPOS.COM - Pemerintah melalui Danantara, induk perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tengah mempersiapkan agenda restrukturisasi besar-besaran. Langkah strategis ini bertujuan merampingkan portofolio BUMN dari ratusan entitas menjadi sekitar 300 perusahaan yang lebih kuat, efisien, dan kompetitif di kancah global. Rencana tersebut melibatkan berbagai skema seperti merger, konsolidasi, dan likuidasi yang akan menyentuh hampir semua sektor strategis, mulai dari telekomunikasi, infrastruktur, hingga keuangan.

Menciptakan Ekosistem yang Lebih Kompetitif

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa penyusutan jumlah perusahaan BUMN ini bukan sekadar pemangkasan, melainkan upaya sistematis untuk membangun fondasi bisnis yang lebih solid. Targetnya adalah menciptakan perusahaan-perusahaan dengan skala ekonomi signifikan, kesehatan finansial yang baik, dan kapabilitas sumber daya manusia yang mumpuni.

"Kita harapkan dari 300 perusahaan yang dimiliki oleh BUMN ke depan, itu adalah perusahaan-perusahaan yang secara skala itu cukup signifikan untuk berkompetisi, memiliki kemampuan secara finansial dan juga memiliki kapabilitas secara orang," tuturnya di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Restrukturisasi ini, menurutnya, akan berdampak luas dan mengubah lanskap bisnis pelat merah di Indonesia. Salah satu grup yang akan mengalami transformasi mendalam adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Transformasi Mendalam di Berbagai Sektor

Di bawah bendera Telkom, Danantara berencana melakukan konsolidasi drastis dengan memangkas 66 anak perusahaan. Rencananya, hanya belasan entitas inti yang akan dipertahankan, dengan fokus pada empat pilar bisnis utama: telekomunikasi, serat optik (InfraCo), menara (Mitratel), dan pusat data. Integrasi vertikal diharapkan dapat memangkas inefisiensi yang selama ini terjadi.

"Nah nantinya akan semua dari bawah akan tergabung ke atas. Nah ini akan memotong banyak daripada inefficiency yang terjadi selama ini," tegas Dony.

Gelombang restrukturisasi tidak berhenti di telekomunikasi. Sektor industri dasar seperti semen dan pupuk juga menjadi sasaran. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. akan menutup 17 anak perusahaannya, sementara PT Pupuk Indonesia (Persero) akan melikuidasi hingga 47 entitas untuk menyisakan unit produksi inti.

"Jadi semua akan mengalami, Pupuk juga demikian, kami punya 47 perusahaan, anak perusahaan Pupuk, ini juga akan habis semua. Karena akan terjadi konsolidasi, sehingga nanti hanya akan ada beberapa saja dari perusahaan pupuk yang memang memproduksi pupuk kita," jelasnya.

Konsolidasi di Sektor Keuangan dan Infrastruktur

Di bidang keuangan, 15 perusahaan asuransi BUMN akan digabungkan menjadi tiga entitas besar berdasarkan klaster: asuransi jiwa, umum, dan kredit. Bisnis manajemen aset juga akan dikonsolidasi di bawah satu atap untuk meningkatkan sinergi.

Sementara itu, di sektor infrastruktur, proses merger tujuh BUMN Karya—yang melibatkan nama-nama besar seperti Hutama Karya dan Waskita Karya—sedang berjalan. Setelah melalui fase perbaikan keuangan pada tahun sebelumnya, proses penggabungan ditargetkan tuntas pada pertengahan 2026.

"Kami tahun ini selesai melakukan proses perbaikan secara finansial. Tahun 2026 mereka masuk ke fase merger dan konsolidasi. Kami harapkan akan selesai juga di pertengahan tahun ini untuk mergernya," urai Dony.

Penyatuan di Bidang Logistik

Terakhir, sektor logistik yang selama ini terfragmentasi juga akan mengalami penyatuan. Sebanyak 21 perusahaan logistik BUMN akan dikonsolidasi menjadi satu entitas tunggal bernama Danantara Logistic Company. Dalam struktur baru ini, PT Pos Indonesia (Persero) akan ditunjuk sebagai jangkar utama, diharapkan dapat menciptakan kekuatan logistik nasional yang lebih terintegrasi dan efisien.

Rangkaian langkah besar ini menunjukkan komitmen untuk mentransformasi BUMN dari sekadar banyak jumlah, menjadi sedikit namun berdaya saing tinggi. Keberhasilan implementasinya tentu akan menjadi perhatian utama, mengingat kompleksitas dan skala perubahan yang diusung.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar