PARADAPOS.COM - Sebelas remaja pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) diamankan warga di Desa Bakung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Rabu (11/2/2026), setelah diduga hendak melakukan aksi tawuran. Penangkapan yang berujung penganiayaan massa ini terjadi saat puluhan anggota geng motor melintasi jalan desa dengan membawa senjata tajam, memicu keresahan warga yang telah lama merasa terganggu oleh aksi kriminal kelompok tersebut.
Keresahan Warga yang Berujung Aksi Spontan
Suasana mencekam terjadi di Desa Bakung ketika ratusan warga berkumpul di balai desa, mengawasi sebelas remaja yang baru saja mereka tangkap. Aksi spontan ini bukan tanpa alasan. Warga setempat mengaku sudah jenuh dan resah dengan maraknya aksi tawuran yang kerap terjadi di wilayah mereka, yang sering dikaitkan dengan kelompok geng motor. Ketegangan yang terpendam akhirnya meledak ketika kelompok besar tersebut terlihat melintas.
Penangkapan dan Amuk Massa
Menurut kesaksian, sekitar lima puluh orang yang diduga anggota geng motor melintas di jalan desa dengan membawa senjata tajam. Melihat gelagat yang mencurigakan dan mengancam, warga yang khawatir akan terjadi keributan lain langsung bergerak membubarkan mereka. Dalam kejadian yang ricuh itu, sebelas remaja berhasil diamankan, sementara lainnya melarikan diri. Sayangnya, emosi massa yang sudah memuncak membuat para remaja yang tertangkap menjadi sasaran amuk warga.
Kemarahan warga tidak berhenti di situ. Empat unit sepeda motor milik anggota geng motor itu dibakar di tempat kejadian, sebagai bentuk protes dan kekecewaan terhadap gangguan yang terus berulang.
Pernyataan Resmi Kepolisian
Kapala Satuan Reserse Kriminal Polresta Cirebon, Kompol I Putu Ika Prabawa Kartima Utama, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa aksi warga berawal dari keresahan melihat kelompok besar yang berpotensi menimbulkan kerusuhan.
"Sekitar kurang lebih ada 50 orang, sehingga membuat warga masyarakat di salah satu desa tersebut menjadi resah dan warga di sana melakukan pembubaran. Setelah melakukan pembubaran ada beberapa kelompok geng motor ini diamankan," jelasnya.
Proses Hukum Berlanjut
Setelah diamankan dari amuk massa dan dibawa ke balai desa, kesebelas remaja tersebut akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. Peristiwa ini menyisakan catatan pilu tentang bagaimana konflik sosial dan kriminalitas remaja dapat memicu aksi main hakim sendiri di tingkat masyarakat. Polisi kini tengah mendalami peran masing-masing remaja serta menyelidiki jaringan geng motor yang terlibat.
Artikel Terkait
Pemerintah Terapkan WFA untuk ASN dan Swasta Saat Libur Idulfitri 2026
Pesawat Komersial Ditembak di Papua, Dua Pilot Tewas
Ahli IT Siap Paparkan Analisis Ijazah Jokowi di Polda, Pertanyakan Kriminalisasi Peneliti
Kejagung Tegaskan Mantan Dirjen Bea Cukai Askolani Belum Diperiksa dalam Kasus Korupsi Limbah Sawit