Presiden Prabowo Sebut Laba BUMN Naik Empat Kali Lipat, Tanda Awal Kebangkitan Ekonomi

- Jumat, 13 Februari 2026 | 07:50 WIB
Presiden Prabowo Sebut Laba BUMN Naik Empat Kali Lipat, Tanda Awal Kebangkitan Ekonomi

PARADAPOS.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan Indonesia tengah berada di titik awal kebangkitan ekonomi nasional. Pernyataan ini disampaikan dengan merujuk pada peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang signifikan dalam satu tahun terakhir. Menurutnya, laba BUMN yang sebelumnya tercatat Rp89 triliun pada 2024 telah melonjak hingga empat kali lipat, sebuah capaian yang ia anggap sebagai bukti nyata dari tata kelola dan kepemimpinan yang berintegritas.

Lonjakan Kinerja BUMN sebagai Indikator Kebangkitan

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo dengan tegas menggarisbawahi tren positif yang sedang berlangsung. Ia tidak melihat peningkatan ini sebagai suatu kebetulan semata, melainkan hasil dari pendekatan manajemen yang lebih disiplin dan komitmen kolektif untuk menjaga amanah. Fondasi dari seluruh upaya tersebut, ditegaskannya, adalah prinsip dasar untuk tidak mengambil hak-hak rakyat yang telah dipercayakan kepada pemerintah.

“Kita berada di ambang kebangkitan. Dalam satu tahun pemerintahan ini, hasil BUMN naik empat kali lipat dari Rp89 triliun. Dan ini akan terus meningkat,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Peringatan Tegas untuk Pejabat Pengelola Keuangan Negara

Lebih jauh, Kepala Negara juga menyampaikan pesan yang tegas dan berisi peringatan. Momen ini digunakan untuk mengingatkan seluruh pejabat, terutama mereka yang bertanggung jawab mengelola aset dan kekayaan negara, agar senantiasa menjunjung tinggi kehormatan jabatan serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya. Suasana saat penyampaian peringatan ini terasa khidmat namun penuh wibawa.

“Jagalah kehormatan, jagalah kepentingan dan keselamatan rakyat Indonesia,” tegasnya. “Siapa pun yang masih meneruskan praktik-praktik yang merugikan bangsa dan rakyat, pemerintah akan menggunakan seluruh kekuatan yang ada. Tanpa pandang bulu,” pungkas Presiden Prabowo menegaskan.

Konteks dan Implikasi Pernyataan

Pernyataan Presiden ini disampaikan dalam sebuah acara yang bersifat strategis, yaitu peresmian 1.072 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta, pada Jumat, 13 Februari 2026. Pemilihan forum ini menunjukkan keterkaitan antara penguatan tata kelola ekonomi dengan upaya menjaga stabilitas dan ketahanan nasional yang lebih luas. Analisis dari berbagai kalangan ahli ekonomi biasanya melihat pernyataan semacam ini tidak hanya sebagai laporan kinerja, tetapi juga sebagai bagian dari narasi dan sinyal kebijakan untuk membangun kepercayaan pasar serta masyarakat.

Meski data yang disampaikan menunjukkan optimisme, penting untuk dicermati bahwa keberlanjutan lonjakan kinerja BUMN ini akan sangat bergantung pada konsistensi reformasi tata kelola, iklim investasi, dan kondisi ekonomi global. Peningkatan laba di satu sisi adalah kabar baik, namun di sisi lain juga memikul beban ekspektasi yang besar untuk terus berkontribusi pada pembiayaan pembangunan dan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar