PARADAPOS.COM - Pemerintah Indonesia mencatat capaian investasi nasional yang melampaui target pada tahun 2025. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengumumkan bahwa realisasi investasi tumbuh 12,7 persen secara tahunan, berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan mulai menunjukkan pemerataan ke luar Pulau Jawa. Pernyataan ini disampaikan dalam forum Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Realisasi Investasi Tembus Rp1.931 Triliun
Dalam paparannya, Rosan Roeslani mengungkap angka yang cukup menggembirakan. Realisasi investasi sepanjang 2025 berhasil mencapai sekitar 101,3 persen dari target yang ditetapkan pemerintah, yaitu sebesar Rp1.931,2 triliun. Nilai ini setara dengan kurang lebih 120 miliar dolar AS dan mencerminkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.
Rosan menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. "Alhamdulillah target investasi itu kami mencapai kurang lebih 101,3%. Jadi kurang lebih dari target Rp1.931,2 triliun itu year on year-nya naik 12,7% atau kurang lebih mencapai 120 miliar US Dollar untuk 2025 target realisasi investasi," jelasnya.
Dampak Nyata: 2,7 Juta Lapangan Kerja
Lebih dari sekadar angka, kinerja investasi ini membawa dampak langsung yang terasa oleh masyarakat. Sektor riil mencatat, realisasi tersebut berhasil menyerap sekitar 2,7 juta tenaga kerja baru sepanjang tahun lalu. Angka ini menunjukkan bagaimana aliran modal dapat mentransformasi peluang hidup bagi banyak keluarga.
Menteri Rosan pun menegaskan kontribusi tersebut. "Ini menyumbangkan kurang lebih 2,7 juta serapan tenaga kerja di Indonesia," tuturnya.
Pemerataan dan Peran Investor Kunci
Analisis lebih lanjut menunjukkan tren positif lainnya. Kontribusi investasi, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), mulai menunjukkan tanda-tanda pemerataan. Aktivitas ekonomi di luar Pulau Jawa semakin terdongkrak, mengindikasikan pembangunan yang lebih merata.
Dari sisi mitra dagang, Singapura tetap memegang peran sebagai investor asing terbesar dan paling konsisten di Indonesia. Konsistensi ini menjadi pilar penting dalam stabilitas arus modal masuk.
Rosan tak lupa menyampaikan apresiasinya. "Terima kasih atas dukungan Singapura yang terus berinvestasi di Indonesia. Kami berharap ke depan investasinya bisa semakin besar," ujarnya.
Modal Menuju Target Pertumbuhan Jangka Panjang
Pencapaian tahun 2025 ini bukanlah akhir, melainkan sebuah batu pijakan. Pemerintah memandang momentum ini sebagai modal berharga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada tahun-tahun mendatang. Capaian investasi yang solid menjadi fondasi untuk mengejar target ambisius, seperti pertumbuhan ekonomi delapan persen pada 2029.
Dengan kata lain, langkah yang ditempuh hari ini akan menentukan kecepatan pemulihan dan akselerasi ekonomi Indonesia di masa yang akan datang.
Artikel Terkait
Pjs Ketua OJK Dorong Pejabat Internal Ikuti Seleksi Dewan Komisioner
Persis Solo Imbang Lawan Madura United dalam Uji Coba Liga 1
Presiden Prabowo Bela Keterlibatan TNI-Polri dalam Program Ketahanan Pangan
Penggugat Ijazah Jokowi Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pemalsuan Ijazah Sendiri