PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto membela keterlibatan TNI dan Polri dalam program ketahanan pangan nasional, menanggapi kritik dari sejumlah pihak, termasuk media asing. Pernyataan itu disampaikan dalam acara peresmian lebih dari 1.700 SPPG dan gedung ketahanan pangan Polri di Jakarta, Jumat. Presiden menegaskan bahwa institusi militer dan kepolisian adalah "tentara rakyat" dan "polisi rakyat" yang wajar terlibat dalam urusan yang menyangkut keselamatan dasar masyarakat, termasuk pangan.
Tanggapan Atas Kritik Media Asing
Dalam pidatonya, Presiden secara khusus menyoroti kritik yang muncul dari beberapa media internasional. Ia menganggap kritik tersebut berasal dari perspektif yang berbeda tentang peran negara.
"Ada kritik di media-media asing, ini Presiden Prabowo menggunakan tentara dan polisi untuk meningkatkan produksi pangan. Menurut mereka, ini enggak sesuai dengan paham pasar bebas mereka. Emangnya ada paham pasar bebas? Ya kan? (Saya, red.) dikritik, ya memang ini, ini tentara rakyat, ini polisi rakyat," ujarnya.
Keterkaitan Nasib TNI-Polri dengan Rakyat
Prabowo melanjutkan argumennya dengan menekankan hubungan simbiosis antara prajurit, polisi, dan warga biasa. Menurut logikanya, penderitaan rakyat secara langsung juga dirasakan oleh anggota TNI dan Polri karena mereka berasal dari kalangan masyarakat yang sama.
"Penderitaan rakyat adalah penderitaan tentara, penderitaan rakyat adalah penderitaan polisi, (yang) awaknya, anggotanya adalah anak-anak rakyat," sambungnya.
Apresiasi untuk Inisiatif Polri
Pada kesempatan itu, Presiden memberikan pujian tinggi kepada jajaran Polri yang telah membangun 18 gudang ketahanan pangan dan membentuk ribuan Sentra Pangan Polri Gurem (SPPG). Unit-unit ini mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di berbagai daerah.
"Saya hari ini sungguh-sungguh merasa bahagia, saya merasa puas hati, karena saya melihat institusi yang sangat penting bagi negara, dan bangsa kita, yaitu Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah mengambil inisiatif, mungkin di satu bidang yang seolah-olah tidak merupakan tugas pokoknya, tetapi pimpinan Kepolisian Negara telah menangkap masalah yang krusial bagi keselamatan suatu bangsa," tutur Prabowo.
Esensi Tugas Pokok yang Lebih Luas
Lebih jauh, Presiden menilai langkah Polri ini justru menangkap esensi mendasar dari tugas menjaga keamanan. Keamanan, dalam pandangannya, tidak hanya bersifat fisik tetapi juga mencakup jaminan terhadap kebutuhan paling primer.
"Manusia di mana pun, apapun agamanya, apapun rasnya, apapun kelompok etnisnya, manusia mana pun, seorang bapak dan seorang ibu yang utama pemikirannya, yang utama perhatiannya adalah keamanan dan kesejahteraan keluarganya, anak-anaknya, dan keamanan yang pertama adalah aman dari lapar," jelas Presiden menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Amazon Perluas Program Girls’ Tech Day ke Siswi SD-SMA di Indonesia
Prabowo Perintahkan Tim Lintas Kementerian Genjot Sosialisasi Ekonomi ke Dunia Internasional
Pemprov Banten Genjot Pengendalian Harga Jelang Ramadan dan Lebaran
Pjs Ketua OJK Dorong Pejabat Internal Ikuti Seleksi Dewan Komisioner